Pilkada Serentak 2018, Semua Parpol Diminta Usung Calon Pemimpin Pro Rakyat

“Oleh karenaya, perlu komitmen dari bapak-bapak (politikus Muslim) sekalian. Jika ada (sosok yang diusung) bertentangan dengan semangat Pancasila, terutama Sila Pertama, di partai manapun mestinya tidak layak dicalonkan atau tidak layak didaulat untuk mewakili suara rakyat,” seloroh Nashirul Haq.

Pilkada Serentak 2018, Semua Parpol Diminta Usung Calon Pemimpin Pro Rakyat
Rizky/hidayatullah.com
Rapat Pleno ke-17 Wantim MUI di Jakarta, Rabu (26/04/2017).

Terkait

Hidayatullah.com– Aspirasi rakyat harusnya dapat diperjuangkan dan diakomodir oleh para wakil rakyat yang duduk sebagai wakil rakyat.

Sebab, mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Islam yang bernaung dalam organisasi massa Islam. Dan ulama adalah representasi dari seluruh organisasi massa Islam yang ada di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Hidayatullah, Nashirul Haq, dalam Rapat Pleno ke-17 Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di kantor MUI Pusat, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (26/04/2017).

Baca: Ulama Betawi Ingatkan Parpol Usung Cagub Berlandaskan Iman, bukan Uang

Apalagi, menurut Nashirul, umat Islam di Indonesia bisa dikatakan tidak lepas dari 70 ormas yang tergabung sebagai anggota Dewan Pertimbangan MUI. Bahkan menurutnya, wakil rakyat sesungguhnya adalah para pimpinan ormas Islam.

“Logikanya, kalau (dikatakan) DPR adalah wakil rakyat, mestinya wakil rakyat yang sesungguhnya bisa mewakili aspirasi umat di negeri ini adalah para pimpinan ormas.

Tapi karena undang-undang menyatakan bahwa wakil rakyat itu adalah DPR (bukan para pimpinan ormas), maka paling tidak, wakil rakyat ini harus betul-betul menyerap aspirasi umat ini dari para pimpinan ormas (Islam),” ujar Nashirul pada sesi dialog.

Baca: Hamdan Zoelva: Cara Berpolitik Parpol Islam Harus Diubah

Selain itu, mantan anggota Komisi Fatwa MUI Kota Balikpapan ini berharap, agar pada pilkada serentak tahun depan, partai politik harus memastikan memilih calon kepala daerah yang mengedepankan kepentingan rakyat.

“Menjelang Pilkada serentak tahun 2018 ini, kita berharap bahwa seluruh partai, baik itu partai berbasis Islam maupun partai nasionalis, semuanya harus mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan umat di atas kepentingan partai dan golongannya,” ungkapnya.

“Oleh karenanya, perlu komitmen dari bapak-bapak (politisi Muslim) sekalian. Jika ada (sosok yang diusung) bertentangan dengan semangat Pancasila, terutama Sila Pertama, di partai manapun mestinya tidak layak dicalonkan atau tidak layak didaulat untuk mewakili suara rakyat,” selorohnya.

Baca: Din Ingatkan Elite Parpol Jangan Hanya Berorientasi Kekuasaan

Dialog berupa tanggapan dan pandangan antara politisi Muslim, wakil rakyat, dan para tokoh umat Islam yang mengangkat tema “Membangkitkan Marwah Politik Umat Islam” ini dihadiri beberapa petinggi partai politik sebagai panelis.

Hadir dalam rapat itu antara lain Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, Wakil Sekjen PDIP Achmad Basarah, politisi DPP Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin, dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.* Rizky, kontributor

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !