Dahnil: Melawan Korupsi di Indonesia Bak Musa Melawan Firaun

"Tengoklah para penyidik yang pemberani di KPK, rata-rata mereka religius, paham sedang melawan Firaun yang sangat kuat, namun percaya ada Yang Maha Kuat," ungkapnya.

Dahnil: Melawan Korupsi di Indonesia Bak Musa Melawan Firaun
Dok. Dahnil
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil A Simanjuntak, bersalaman komando dengan penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Terkait

Hidayatullah.com– Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil A Simanjuntak mengungkapkan perasaannya terkait peliknya persoalan korupsi dan pemberantasannya di negeri ini.

“Melawan korupsi di Indonesia bak Musa melawan Firaun. Dibutuhkan keyakinan penuh kepada Allah Subhanahu Wata’ala (tauhid), tanpa itu pasti mundur teratur,” ujarnya dalam kicauannya di media sosial dalam pantauan hidayatullah.com pada Sabtu (22/04/2017).

Baca: Jika Otak Penyerangan Novel Tak Terungkap, Pemberantasan Korupsi Dinilai Terancam

Menurut Dahnil, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sudah dihancurleburkan dari luar dan dari dalam dengan berbagai cara. “Sandaran KPK saat ini hanya kepada publik yang peduli,” kicaunya.

“Tengoklah, sahabat-sahabat kita penyidik dan pejuang lawan korupsi, mereka paham betul kekuatan Firaun (koruptor) yang dahsyat, dan mereka lemah hanya berani,” ungkapnya.

Baca: Novel Baswedan Disiram Air Keras saat KPK Tangani Korupsi e-KTP

Menurutnya, para penyidik KPK merupakan sosok-sosok pemberani dan religius, yang paham sedang menghadapi kekuatan “Firaun” era masa kini di negeri ini.

“Tengoklah para penyidik yang pemberani di KPK, rata-rata mereka religius, paham sedang melawan Firaun yang sangat kuat, namun percaya ada Yang Maha Kuat,” ungkapnya.

Lewat akun medsosnya di Twitter, @Dahnilanzar, itu, Dahnil juga menyinggung soal kasus penyerangan dengan air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, Selasa (11/04/2017) lalu.

Baca: Penyidik Novel Baswedan Disiram Air Keras Usai Shalat Subuh, Dikutuk Keras

Dalam kicauan sebelumnya, ia mengatakan, “Penyerangan oleh teroris terhadap Novel Baswedan bukan sekadar teror untuk satu orang tapi fakta agenda pemberantasan korupsi dirobohkan.”

Novel, penyidik yang dikenal religius ini, mengalami teror siraman air keras di dekat rumahnya, saat KPK tengah menangani sejumlah kasus korupsi termasuk kasus KTP elektronik (e-KTP).*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !