Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kekeliruan Memandang Agama dan Politik karena Konstruksi Keilmuan yang Lemah

Indra L Supono
Cendekiawan ICMI Jawa Barat, Dr Malki Ahmad Nasir (kanan).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Salah satu persoalan mendasar terjadinya kekeliruan pandangan mengenai agama dan politik dikarenakan adanya krisis epistimologi, yakni konstruksi keilmuan yang lemah.

Hal itu disampaikan Divisi Kerja Sama dan Hubungan Luar Negeri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Barat, Dr Malki Ahmad Nasir pada seminar bertema “Agama dan Politik” di Gedung INSISTS, Kalibata, Jakarta, Sabtu (15/04/2017).

Baca: FPKS: Memisahkan Agama dari Politik itu Mengingkari Pejuang Bangsa dan Pancasila

Malki menjelaskan, kekeliruan berfikir ini disebabkan oleh hilangnya adab (loss of adab), yang membuat seseorang mencari ilmu bukan untuk merawat dan membina dirinya agar bisa mencapai tujuan terciptanya peradaban Islam.

“Akibat kekeliruan berfikir ini, tidak lagi melihat Islam secara utuh, tidak melihat Rasulullah sebagai suri tauladan, dan akhirnya juga para ulama sebagai sumber rujukan,” ujarnya.

Selain akibat hilangnya adab, lanjut Malki, faktor lain juga karena mentalitas umat Islam sendiri yang silau dengan pemikiran eksternal seperti Barat.

Sehingga, kata dia, ini yang kemudian membuat umat Islam walaupun sarjana atau profesor tetapi mereka telah terperangkap dalam pandangan Barat yang keliru.

“Begitu apresiasi kepada Barat tapi tidak melihat Islam sebagai suatu yang dibanggakan. Begitu kritik kepada khazanah Islam, sedangkan Barat dianggap memiliki peranan,” ungkapnya.

Baca: PP Pemuda Muhammadiyah: Memisahkan Agama dan Politik Tidak Pancasilais dan Tak Sesuai UUD 1945

Alumnus International Islamic University Malaysia (IIUM) ini berpesan, agar umat Islam harus percaya diri bahwa agama yang dianutnya adalah agama yang membawa kebaikan, bukan hanya kepada dirinya tapi juga seluruh alam.

“Melihatnya mudah saja, berdasarkan sejarah sudah terbukti,” pungkas Malki.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Misionaris Gunakan Cara Halus Masuk Sumbar

Misionaris Gunakan Cara Halus Masuk Sumbar

AM Hendropriyono Sebut Organisasi Pelindung FPI Menunggu Giliran

AM Hendropriyono Sebut Organisasi Pelindung FPI Menunggu Giliran

MUI Sampaikan Taushiyah untuk Pemerintah dan Umat Islam Jelang Vaksinasi Covid-19

MUI Sampaikan Taushiyah untuk Pemerintah dan Umat Islam Jelang Vaksinasi Covid-19

Usai Rakernas, MUI Optimistis Semakin Lebih Baik

Usai Rakernas, MUI Optimistis Semakin Lebih Baik

Dosen-dosen Universitas Islam Madinah Hadiri Reuni Alumninya di Kalimantan

Dosen-dosen Universitas Islam Madinah Hadiri Reuni Alumninya di Kalimantan

Baca Juga

Berita Lainnya