Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kutuk Penghinaan atas Gubernurnya, Masyarakat NTB Desak Polri Tindak SHS

Lalu Muhsin
AUI NTB, Jumat (14/04/2017), menyatakan sikap tidak terima penghinaan SHS atas Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya umat Islam mendukung pemberian maaf Gubernur NTB TGB Zainul Majdi kepada pria berinisial SHS yang menghinanya di Singapura.

Namun demikian, umat Islam menyatakan sikap tegasnya terhadap kasus penghinaan dengan ucapan bermakna kotor pada Ahad (09/04/2017) lalu tersebut.

Baca: Klarifikasi dan Imbauan Gubernur NTB terkait Penghinaan atas Dirinya

“Umat Islam NTB menyatakan sikap sebagai berikut; pertama, mendukung sikap kenegarawanan Bapak TGB yang memberikan maaf secara pribadi kepada pelaku (SHS. Red),” demikian bunyi salah satu poin pernyataan sikap Aliansi Umat Islam (AUI) NTB disampaikan di Kota Mataram, NTB, Jumat (14/04/2017).

Kedua, umat Islam NTB mengutuk keras sikap rasis yang dilakukan SHS tersebut.

“Ketiga, mendesak aparat Kepolisian RI untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pelaku yang telah melukai perasaan kami umat Muslim, sebagai pribumi dan masyarakat Indonesia,” sebutnya sebagaimana dilaporkan kontributor hidayatullah.com dari NTB.

Baca: Penghinaan terhadap Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi: Sabar!

Selain itu, lanjutnya, jika SHS tidak diproses secara hukum dalam waktu paling lama satu pekan sejak Jumat ini, maka umat Islam NTB akan melakukukan aksi demonstrasi besar-besaran.

“Keempat, mengimbau kepada siapapun yang hidup di Republik ini, apapun ras, suku, dan agamanya, untuk tidak berlaku rasis kepada siapapun dan dimanapun,” pungkasnya.

AUI NTB menilai, tindakan SHS kepada Gubernur Zainul saat mengantre untuk check-in di konter Batik Air, Ahad lalu, merupakan bentuk penghinaan, intimidasi, caci maki, dan kesewenang-wenangan mahasiswa beretnis keturunan itu.

SHS mengakui bahwa ia telah melontarkan kata-kata yang dapat memecah belah NKRI kepada Zainul. SHS telah menyampaikan permintaan maaf.

“…Kekhilafan saya menyebut kata-kata yang tidak pantas, yaitu: ‘Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko’,” ujarnya dalam surat pernyataannya yang ditandatangani di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Ahad itu juga setibanya dari Singapura.

Baca: Minta Maaf, SHS Akui Hina Gubernur NTB dapat Memecah Belah NKRI

Gubernur Zainul yang juga tokoh organisasi Islam terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan, mengimbau agar masyarakat menyikapi kejadian itu dengan tenang dan sabar.* ZK, SKR

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Salahkan Media, Gubernur Ahmad Heryawan Dinilai Tak Dukung Miss World di Sentul

Salahkan Media, Gubernur Ahmad Heryawan Dinilai Tak Dukung Miss World di Sentul

Pemilu, JK Berharap Umat Islam Berpartisipasi dengan Baik

Pemilu, JK Berharap Umat Islam Berpartisipasi dengan Baik

Gagalkan Konspirasi dan Islamophobhia  dengan Iman dan Ukhuwah

Gagalkan Konspirasi dan Islamophobhia dengan Iman dan Ukhuwah

Gede Pasek: Anas Terus Diburu dan Dicari Kesalahannya

Gede Pasek: Anas Terus Diburu dan Dicari Kesalahannya

‘Sambut’ Jokowi,  Rakyat NTB Gelar Aksi Tolak Pemilu Curang

‘Sambut’ Jokowi, Rakyat NTB Gelar Aksi Tolak Pemilu Curang

Baca Juga

Berita Lainnya