Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Buletin “Al Islam” Dipalsukan Diduga untuk Kampanye Hitam, HTI: Itu Fitnah Keji

ISTimewa
Buletin "Al-Islam" palsu (kiri) dan yang asli (kanan).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto memastikan bahwa selebaran mirip buletin Al Islam edisi 852 berjudul “Menyongsong Gubernur Muslim, Menghentikan Gubernur Kafir, Wujudkan Jakarta Bersyariah” yang beredar luas di Jakarta adalah palsu.

“Itu adalah selebaran gelap yang dibuat oleh orang jahat dengan diatasnamakan buletin Al Islam,” ujarnya dilansir laman resmi HTI hizbut-tahrir.or.id, Kamis (13/04/2017).

Baca: Pilkada Kurang Beberapa Hari, Beredar Selebaran ”Pro Ahok”

Ismail menduga, tujuan dipalsukannya buletin Al Islam tidak lain adalah untuk mendiskreditkan pasangan calon gubernur Jakarta tertentu dan memberikan keuntungan bagi paslon lain alias untuk kampanye hitam.

Ia menjelaskan, ketika buletin Al Islam palsu ini beredar, buletin yang asli masih dalam proses cetak.

“Judulnya pun tidaklah seperti tertulis dalam buletin Al Islam palsu itu. Buletin asli diedarkan menjelang shalat Jumat di masjid-masjid, bukan di jalanan seperti penyebaran buletin palsu itu,” paparnya.

Ismail meminta masyarakat tidak mempercayai buletin palsu tersebut. Ia juga meminta pembuatnya untuk menghentikan fitnah keji itu.

Baca: #KampanyeAhokJahat Trending Topic, Video Pro Ahok-Djarot Dikritik Singgung Rasis

Ismail mengungkapkan, buletin itu dipalsukan dengan cara meniru kop Al Islam dengan warna dan font yang sama dengan buletin aslinya. Hanya saja, ukuran kertasnya kecil.

Dan yang tidak biasa, buletin itu bergambar, yakni menampilkan salah seorang calon gubernur DKI Jakarta. Padahal, terangnya, selama ini tidak pernah sama sekali Al Islam menampilkan desain seperti itu.

Selain itu, yang membedakan juga tidak ada kutipan ayat al-Qur’an dan tidak disertai ‘Bismillahirrahmannirrahim’ pada awalnya. *

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ustadz Arifin Dibawa ke Penang Periksa Kesehatan

Ustadz Arifin Dibawa ke Penang Periksa Kesehatan

700 Hari Kasus Penyerangan Novel, Masyarakat Sipil Tuntut 3 Hal

700 Hari Kasus Penyerangan Novel, Masyarakat Sipil Tuntut 3 Hal

LTM PBNU Luncurkan Gerakan BBM Berkah

LTM PBNU Luncurkan Gerakan BBM Berkah

Ceramah Aa Gym yang Menggelitik dan Mengkritik soal Pilpres

Ceramah Aa Gym yang Menggelitik dan Mengkritik soal Pilpres

WALUBI: Indonesia Jadi Pusat Pembelajaran Toleransi

WALUBI: Indonesia Jadi Pusat Pembelajaran Toleransi

Baca Juga

Berita Lainnya