Selasa, 26 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Tembak Mati di Tuban, Komnas HAM Duga Densus 88 Menentang Prinsip HAM

Muhammad Roqib/SINDO
Enam jenazah terduga teroris yang ditembak mati oleh Densus 88 di Tuban, Jawa Timur.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Penembakan enam orang terduga teroris di Tuban oleh aparat Densus 88, menjadi perhatian Komnas HAM. Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution menilai, Densus 88 cenderung memakai strategi “perang” dalam menghadapi terduga teroris.

Densus 88, lanjut Maneger, bukannya mengambil langkah preventif yang sebenarnya bisa melumpuhkan terduga teroris, tapi malahan membunuh dan membantainya.

Baca: Setahun Kematian Siyono, Dahnil Simanjuntak Kritisi Densus 88

“Penembakan terhadap 6 orang terduga teroris di Tuban, Jawa Timur, oleh Densus 88 Polri diduga tidak berbasis HAM dan bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ungkapnya kepada hidayatullah.com, Ahad (09/04/2017).

Maneger menyatakan, advokasi Komnas HAM bersama masyarakat sipil (Muhammadiyah) terhadap Siyono -yang tewas di tangan aparat Densus 88, setahun lalu, seolah tak mampu sedikitpun mengubah pola pikir dan perilaku Densus 88 dalam menanggulangi terorisme.

Padahal, tambahnya, Komnas HAM sudah mengingatkan agar tidak ada lagi “Siyono-Siyono” berikutnya.

Baca: “Audit Kinerja Densus 88″

“Tapi, nyatanya muncul lagi ‘bom panci’ dan seterusnya. Sampai kapan? Berapa nyawa lagi? Apakah akan terus terjadi penembakan terhadap kelompok tertentu dengan dalil terduga teroris sesuai skenario sutradaranya?” tuturnya.

Terakhir, ia mengajak bangsa ini untuk jujur pada diri sendiri, dunia kemanusiaan, dan Allah Yang Maha Esa.* Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

BKKBN: Gaya Hidup “Childfree” Mungkin Cenderung Lebih Rentan Perceraian

BKKBN: Gaya Hidup “Childfree” Mungkin Cenderung Lebih Rentan Perceraian

Syeikh Saad: Kiat Persatuan Umat Paling Tepat, Kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah

Syeikh Saad: Kiat Persatuan Umat Paling Tepat, Kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah

MUI: Tindak Tegas dan Pidanakan Pelaku Pelecehan Lafadz Allah

MUI: Tindak Tegas dan Pidanakan Pelaku Pelecehan Lafadz Allah

Mantan Staf Khusus Presiden Ungkap Banyaknya e-KTP Ganda DKI

Mantan Staf Khusus Presiden Ungkap Banyaknya e-KTP Ganda DKI

Terkait HRS, Habib Aboe: Harus Ada Persamaan Perlakuan di Depan Hukum

Terkait HRS, Habib Aboe: Harus Ada Persamaan Perlakuan di Depan Hukum

Baca Juga

Berita Lainnya