Selasa, 28 September 2021 / 20 Safar 1443 H

Nasional

“Bukti-bukti Otentik Tak Pernah Dibantah Ahok, Bukti Meringankan Banyak Beropini”

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Suasana sidang ke-12 kasus Ahok di Auditorium Kementan, Ragunan, Jaksel, Selasa (28/02/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Proses hukum kasus penistaan agama dengan terdakwa Gubernur (non-aktif) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga Selasa (04/04/2017) kemarin sudah beranjak pada sidang ke-17.

Pada sidang lanjutan kemarin di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, agendanya adalah pemeriksaan barang bukti.

“Bukti utama video Ahok, 27 September 2016 di Kepulauan Seribu, sudah ditayangkan berkali-kali. Ahok mengakui video itu, tak ada bantahan sedikit pun,” papar pelapor kasus itu dari pihak Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) diwakili Pedri Kasman kepada hidayatullah.com semalam.

Baca: Saksi Meringankan Ahok Dinilai Perkuat Unsur Niat Penistaan Agama

Bukti utama tersebut, jelasnya, didukung dengan beberapa video tambahan seperti saat pidato Ahok di kantor Partai Nasdem, video Ahok di Balaikota DKI, wawancara dengan Al-Jazeera, dan lain lain.

Ada pula dokumen berupa buku Ahok berjudul Merubah Indonesia, Sikap dan Pendapat Keagamaan MUI, beberapa berita media online, dan sebagainya, kata Pedri.

“Sepanjang penilaian kami semua barang bukti dari JPU (Jaksa Penuntut Umum) sangat kuat untuk membuktikan Ahok melakukan pidana penodaan agama. Bukti-bukti itu semua otentik dan tidak pernah dibantah oleh pihak Ahok,” ungkapnya.

Baca: Jika Terbukti Menista Agama, Pidana Penjara Menanti Ahok

“Adapun bukti-bukti meringankan dari pihak Ahok lebih banyak berisi opini dan pembelaan politik,” tambah Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Seperti, pidato Gus Dur di Bangka Belitung, ucapan Nusron Wahid dan Syafi’i Ma’arif di TvOne, komentar Gus Mus, serta testimoni para pendukung Ahok di Kepulauan Seribu.

“Menurut kami bukti-bukti itu tidak banyak membantu Ahok dalam kasus ini. Bahkan beberapa di antaranya justru bisa dimanfaatkan JPU untuk memperkuat dakwaan dan dimasukkan dalam tuntutan minggu depan,” ujarnya.

Baca: PBNU Menilai Ahok Terbukti Menistakan Agama

Kemarin, imbuhnya, sidang berlanjut sampai larut malam. Diselesaikan semua pemeriksaan malam tadi. “Ini pemeriksaan terakhir,” kata dia.

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menetapkan sidang kasus Ahok akan dilanjutkan dengan agenda tuntutan dari JPU pada Selasa, 11 April nanti.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

PKS: Celah Liberalisasi Dalam UU OBL Bidang Pertahanan, Bisa Bikin BUMN Militer Makin Susah Berkembang

PKS: Celah Liberalisasi Dalam UU OBL Bidang Pertahanan, Bisa Bikin BUMN Militer Makin Susah Berkembang

Saat KH Maimun Zubair Doakan Prabowo Jadi Pemimpin

Saat KH Maimun Zubair Doakan Prabowo Jadi Pemimpin

Anies Dipanggil ‘Super Gubernur’ di Maroko

Anies Dipanggil ‘Super Gubernur’ di Maroko

Gangguan Jiwa di Aceh Meningkat

Gangguan Jiwa di Aceh Meningkat

PKS: Pemerintah Belum Serius Tanggapi Masalah Mengerikan Karhutla

PKS: Pemerintah Belum Serius Tanggapi Masalah Mengerikan Karhutla

Baca Juga

Berita Lainnya