Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Penginapan Khaththath sebelum Ditangkap, Ketum Parmusi: Saya yang Bayari

Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Usamah Hisyam
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) sekaligus Penanggung Jawab Steering Committee (SC) Aksi 313, Usamah Hisyam, menjelaskan soal penginapan Muhammad Al-Khaththath sebelum ditangkap polisi, Jumat (31/03/2017) dinihari.

Usamah membantah bahwa Khaththath yang ditangkap di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, menggunakan dana umat untuk penginapan.

Usamah menceritakan, usai bertemu dengan Khaththath selaku Pimpinan Aksi 313, guna membahas persiapan aksi, istri Khaththath mengabarkan bahwa tidak menemukan hotel di sekitar Monas yang bisa ditempati menginap tengah malam itu juga.

Baca: Pengacara Sebut Tidak Ada Alasan Muhammad Khathtath Harus Ditahan

Setelah berkonsultasi dengan dirinya, Usamah meminta agar Khaththath dan sang istri menginap di Hotel Kempinski meski dengan tarif yang cukup mahal.

“Tadinya beliau mau pulang saja ke Bogor. Saya bilang, ‘jangan, karena paginya sudah harus koordinasi’,” ujar Usamah di Aula AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Senin (03/04/2017).

Waktu itu, terangnya, jam sudah menunjukkan hampir pukul 1 dini hari, Jumat.

“Yang bayar saya. Saya bisa tunjukkan bonnya. Kalau dibilang Al-Khaththath bawa uang sekian untuk sewa hotel itu fitnah,” jelas Usamah.

Baca: Ormas Islam dan Tim Advokasi GNPF Desak Kepolisian Bebaskan Sekjen FUI

Sementara itu, berkaitan dengan barang bukti dana sebesar Rp 17 juta yang dibawa Khaththath, kuasa hukum Achmad Michdan membenarkan hal itu.

Ia menjelaskan, uang itu adalah dana operasional yang akan digunakan untuk keperluan Aksi 313.

“Untuk kegiatan seperti itu (Aksi 313) sebetulnya tidak cukup. Tapi itu juga tidak menjadi bahan yang ditanyakan dalam proses pemeriksaan (oleh kepolisian. Red),” paparnya.

Michdan menegaskan, dari 34 pertanyaan yang termuat dalam BAP, tidak ada pertanyaan soal uang tersebut.

“Saya pikir itu untuk keperluan operasional dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Amir Abdillah Dituntut 10 tahun

Amir Abdillah Dituntut 10 tahun

DPR Minta Pemerintah Mengkaji Ulang Proyek Kereta Api Cepat

DPR Minta Pemerintah Mengkaji Ulang Proyek Kereta Api Cepat

Menag Positif Covid-19, Akses ke Kantor Kemenag Diperketat dan Dibatasi

Menag Positif Covid-19, Akses ke Kantor Kemenag Diperketat dan Dibatasi

Din Apresiasi Pernyataan Ketum PBNU “Kita Wajib Hormati Habib Rizieq”

Din Apresiasi Pernyataan Ketum PBNU “Kita Wajib Hormati Habib Rizieq”

Gerakan Beli Indonesia Adakan Apel Siaga Menuju Kongres 2016

Gerakan Beli Indonesia Adakan Apel Siaga Menuju Kongres 2016

Baca Juga

Berita Lainnya