Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

TPM: Perlu Ada Pemahaman soal Makar

Yahya G Nasrullah/hidayatullah.com
Achmad Michdan.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan mengatakan bahwa tindakan makar bukan suatu perbuatan yang sederhana.

Setidaknya, terang Michdan, ada 2 hal untuk menyebut sesuatu sebagai upaya makar. Pertama, ingin meniadakan Undang-Undang Dasar sebuah negara. Kedua, meniadakan pemerintahan yang sah.

“Makar itu bukan perbuatan yang sederhana. Jadi Pasal 107 dan 110 harus ada bentuk konkretnya yang disebut makar,” paparnya di Aula AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Senin (03/04/2017).

Baca: Advokat Muslim akan Lawan ‘Kriminalisasi’ Berdalih Makar

Sedangkan terkait Aksi 313, sambung Michdan, bahwa massa hanya ingin menyampaikan tuntutan kepada kepemimpinan yang sah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo.

Tuntutan itu yakni, berdasarkan UU Pemda, dimana kepala daerah yang menjadi terdakwa harus diberhentikan. Dan aturan itu harus dilaksanakan oleh Presiden.

“Aktivitas protes itu menunjukkan ada kepemimpinan yang sah. Bukan justru ingin meniadakan kepemimpinan yang sah,” jelasnya.

Menurutnya, pengertian makar ini harus dipahami oleh semua. Pengacara senior ini mengungkapkan, perlu diadakan seminar-seminar tentang makar itu seperti apa.

Baca: Din Syamsuddin Prihatin Tuduhan Makar Aktivis Muslim

Karenanya, Michdan juga menyarankan, semua institusi hukum baik Polri, pengadilan, pengacara, dan ahli, harus mempunyai niat yang tinggi menegakkan hukum dengan rasa keadilan. Sehingga tidak menyalahgunakan wewenang hukum.

“Bukan untuk kepentingan kelompok atau kekuasaan,” pungkasnya.

Diketahui, sejumlah aktivis Muslim termasuk Sekjen Forum Umat Islam (FUI) ditangkap kepolisian dan ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (31/03/2017) atas terkait tuduhan terkait makar.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Klaim Paling Pancasila Dinilai Timbulkan Saling Curiga Sesama Anak Bangsa

Klaim Paling Pancasila Dinilai Timbulkan Saling Curiga Sesama Anak Bangsa

Ingin Diterima Muslim, Pendeta Umar Selalu Pakai Surban

Ingin Diterima Muslim, Pendeta Umar Selalu Pakai Surban

SAR Hidayatullah akan Lepas Penyu dan Tanam Pohon

SAR Hidayatullah akan Lepas Penyu dan Tanam Pohon

Mahfud MD: Kata ‘Auliya’ pada Al-Maidah Ayat 51 Berarti ‘Pemimpin’

Mahfud MD: Kata ‘Auliya’ pada Al-Maidah Ayat 51 Berarti ‘Pemimpin’

Pelajar Kota Padang Wajib  Didikan Subuh dan Wirid

Pelajar Kota Padang Wajib Didikan Subuh dan Wirid

Baca Juga

Berita Lainnya