Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ormas Islam dan Tim Advokasi GNPF Desak Kepolisian Bebaskan Sekjen FUI

Yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Konferensi pers ormas Islam dan tim advokasi GNPF di Tebet, Jakarta, Senin (03/04/2017), desak pembebasan Sekjen FUI Al-Khaththath.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Puluhan ormas dan aktivis Islam bersama tim advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI mendesak kepolisian segera membebaskan Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththath, yang masih ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat sejak Jumat (31/03/2017) lalu.

Pimpinan Pondok Pesantren As-Syafi’iyah, KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i, saat membacakan pernyataan sikap tersebut menyebutkan, salah satu pilar kokohnya NKRI sebagai negara hukum adalah menjadikan hukum sebagai panglima, bukan kekuasaan.

“Hukum bukan ditegakkan kepada kelompok tertentu saja dan digunakan untuk melemahkan umat atau tokoh Islam,” ujarnya saat konferensi pers di Aula AQL Islamic Center, Jakarta, Senin (03/04/2017).

Baca: Kader Mahasiswa Muhammadiyah Ditangkap Polisi, Fokal IMM Desak Pembebasan

Ia mengungkapkan, kasus penangkapan dan penahanan terhadap pencetus Aksi 313 itu terkait tuduhan pemufakatan makar, merupakan bentuk dari penggunaan hukum sebagai instrumen kekuasaan yang sama sekali tidak berkeadilan.

“Tuduhan ini jelas mengada-ada dan merupakan bentuk kedzaliman terhadap ulama,” jelasnya.

Kiai Rosyid, panggilannya, menegaskan, secara substantif maupun formil, Aksi 313 merupakan hak warga negara yang dijamin dan diatur konstitusi. Bukan upaya pemufakatan makar.

Ditambahkannya, bahwa aksi tersebut justru untuk meminta pemerintah menegakkan hukum terhadap terdakwa kasus penistaan agama Gubernur (non-aktif) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Agar pejabat publik patuh dan terikat pada hukum bukan berada di atas hukum,” ungkapnya.

Baca: Sekjen FUI Ditangkap, ‘Massa 313’: Terdakwa Penistaan Agama Kok Berkeliaran

Karenanya, ia menyampaikan, ormas dan para aktivis Islam serta tim hukum menuntut kepada pemerintah untuk membebaskan Khaththath serta 4 orang lainnya yang ditahan.

“(Menuntut) hak-hak dasar sebagai warga negara tidak dikurangi atau dihalangi. Seperti hak menjalankan ibadah, hak dikunjungi keluarga, atau hak konsultasi hukum,” pungkasnya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Tim Advokasi GNPF MUI Kapitra Ampera, Penanggung Jawab SC Aksi 313 Usamah Hisyam, advokat Achmad Michdan, dan perwakilan ormas serta aktivis Islam.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Begini Sikap Mukmin Terhadap Peperangan Akhir Zaman

Begini Sikap Mukmin Terhadap Peperangan Akhir Zaman

Kasus ‘Kriminalisasi’ Ulama, Komnas HAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta

Kasus ‘Kriminalisasi’ Ulama, Komnas HAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta

Peran Penting Ulama Saat Muhammad Al-Fatih Bebaskan Konstantinopel 567 Tahun Lalu

Peran Penting Ulama Saat Muhammad Al-Fatih Bebaskan Konstantinopel 567 Tahun Lalu

Effendi Ghazali Nilai Komunikasi Pemerintah pada Ulama Artifisial

Effendi Ghazali Nilai Komunikasi Pemerintah pada Ulama Artifisial

Buat Kesepakatan, Meski Kehadiran NATO telah Buat Rakyat Afganistan Menderita

Buat Kesepakatan, Meski Kehadiran NATO telah Buat Rakyat Afganistan Menderita

Baca Juga

Berita Lainnya