Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Pidato Ahok di Kepulauan Seribu, Ahli: 14 Kata Menyinggung Pilkada

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Basuki Tjajaha Purnama (Ahok) semasa masih terdakwa penistaan agama pada sidang ke-12 kasusnya di Auditorium Kementan, Jaksel, Selasa (28/02/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ahli bahasa sekaligus Guru Besar Linguistik Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Bambang Kaswanti Purwo, menyampaikan kesaksian terkait pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51, September 2016.

Ia menyatakan, konteks pemilihan kepala daerah (pilkada) dalam pidato Ahok itu muncul pada menit kesebelas dimana terdapat 14 kata yang menyinggung pilkada.

“Misalnya ‘kalau saya tidak terpilih’ dan ‘kalau tidak bisa pilih Ahok program jalan terus’, namun dalam pidato tetap yang mayoritas adalah tentang program,” tuturnya dikutip Antara.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan keterangan dalam sidang ke-16 kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (29/03/2017).

Ia pun menjelaskan terdapat 2.987 kata dalam pidato Ahok tersebut secara keseluruhan.

“Masing-masing kata ‘Al-Maidah’ dan ‘dibohongi’ muncul sebanyak satu kali dan kata lainnya seperti ‘program’ dan ‘ikan laut’ banyak muncul,” ucap Bambang.

Namun di sisi lain ia berpendapat, pidato Ahok itu tidak ada unsur kampanyenya.

“Dalam pidato itu inti yang diangkat adalah mempromosikan progam budidaya kelautan dan budiyaya hasil benih, itu yang saya lihat dari inti pidatonya,” ujar Bambang.

Diketahui selama ini, pidato Ahok di Kepulauan Seribu tersebut dinilai banyak pihak mengandung unsur ‘kampanye’. Saat berpidato, Ahok berstatus sebagai Gubernur DKI Jakarta, dimana saat itu ia sudah digadang-gadang akan mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017 sebagai calon gubernur.*

 

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

HNW: Jangan Halangi Eksponen FPI Dirikan Ormas Baru untuk Lanjutkan Dakwahnya

HNW: Jangan Halangi Eksponen FPI Dirikan Ormas Baru untuk Lanjutkan Dakwahnya

DPR: Wacana Pelonggaran PSBB, Kebijakan Panik

DPR: Wacana Pelonggaran PSBB, Kebijakan Panik

Banyak Bunuh Pedagang Kecil, Keberadaan Pasar Modern Harus Dievaluasi

Banyak Bunuh Pedagang Kecil, Keberadaan Pasar Modern Harus Dievaluasi

Soal Rohingya, Indonesia Diharapkan Berperan Signifikan, Kontinu, Tak Hanya Reaktif

Soal Rohingya, Indonesia Diharapkan Berperan Signifikan, Kontinu, Tak Hanya Reaktif

GUIB Jatim: Penggugat Penutupan Dolly Bikin Ricuh

GUIB Jatim: Penggugat Penutupan Dolly Bikin Ricuh

Baca Juga

Berita Lainnya