Ahad, 28 Maret 2021 / 14 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kak Seto Seru Orang Tua Berlomba dengan Predator Seksual Beri Perhatian Anak

ANT
Ilustrasi: Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi memberikan keterangan pers seusai Deklarasi Gerakan Semesta Perlindungan Anak di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Rabu (12/3)
Bagikan:

Hidayatullah.com–Maraknya kasus pedofil di negeri ini, membuat gerah Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi.

Pria yang akrab disapa Kak Seto ini menegaskan, kasus kekerasan seksual terhadap anak bukan hanya tanggung jawab polisi dan pemerintah, tapi juga guru, masyarakat, dan orang tua harus mencegahnya. Bagaimana caranya?

Kak Seto menerangkan, anak-anak harus dilatih dan diberikan simulasi dalam menghadapi bujuk rayu dan ancaman predator seksual. Selain itu, tambahnya, jangan biarkan anak berada di tempat sepi sendirian, dan segera  tegur orang yang membawa anak dengan mencurigakan. “Ini anak siapa, mau dibawa kemana, mau diapain,” ujarnya kepada hidayatullah.com melalui sambungan telepon, Kamis (23/3/2017).

Baca: Kak Seto: Prostitusi Anak-anak Bisa Beranak Pinak Menjadi Banyak Masalah

Hukuman berat bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak, juga perlu menurut Kak Seto. Agar pelaku jera, ungkapnya. Karenanya, ia mengimbau aparat penegak hukum memberikan sanksi kepada pelaku sesuai  UU No.17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Sanksinya mulai dari dikebiri, dipasangi chip agar mudah dikontrol, hukuman seumur hidup, sampai  hukuman mati.

Lebih lanjut Kak Seto memandang, korban pedofil lewat media sosial  karena orang tua tidak dekat dengan anak-anaknya. Ia menilai, orang tua tersebut malah cuek dan sibuk sendiri. Atau mereka peduli dengan anaknya, tapi terus menekan, menuntut, dan memarahi.

“Membuat anak kabur dari keluarga. Jadi begitu dia asyik bermedia sosial, wah kayaknya yaudah anak gue baik-baik di rumah. Tapi  tiba-tiba, diam-diam ga diketahui orang tua, dia ketemu dengan orang yang dikenalnya dengan sangat baik di media sosial. Ternyata mereka adalah predator, ” jelas Kak Seto.

Baca: Reza: Kekerasan, Apalagi Anak-anak Korbannya tak Bisa Ditoleransi

Kuncinya, kata Kak Seto, orang tua harus menjadi sahabat anak. Yang dapat bermedia sosial bersama-sama anak. Sehingga anak mudah dikontrol dan anak merasa teman paling dekatnya adalah ayah dan ibunya.

Namun sayangnya, lanjut Kak Seto, sebagian orang tua justru galak dan marah-marah kepada anak. Akibatnya anak mencari orang lain yang memberi perhatian dan kasih sayang di dunia maya.

“Tahu-tahu jadi korban,” kata Kak Seto.

Terakhir Kak Seto menyeru orang tua untuk berlomba dengan para predator seksual, memberikan perhatian kepada anak-anaknya. “Bukan jadikan anak buah yang bisa dibentak-bentak,” tegasnnya.*/Andi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

FPI Siap Turunkan Anggota ‘Lindungi’ Penegaksan Syariah di Langsa

FPI Siap Turunkan Anggota ‘Lindungi’ Penegaksan Syariah di Langsa

Anggota DPR RI Minta RS Pelarang Jilbab Dipanggil

Anggota DPR RI Minta RS Pelarang Jilbab Dipanggil

Usia 14 Tahun, Arya Bagus Sudah jadi Mahasiswa UGM

Usia 14 Tahun, Arya Bagus Sudah jadi Mahasiswa UGM

Otentisitas Al-Quran Banyak Membuat Non-Muslim Memeluk Islam

Otentisitas Al-Quran Banyak Membuat Non-Muslim Memeluk Islam

Polda Bali Tak Izinkan Kontes Gaya Dewata karena Tak Etis

Polda Bali Tak Izinkan Kontes Gaya Dewata karena Tak Etis

Baca Juga

Berita Lainnya