Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kirim Bantuan ke Banyak Negara Krisis, ACT: Wakili Bangsa Indonesia

act
Pelepasan Tim ACT untuk kirim bantuan pangan ke negara-negara yang mengalami bencana kekeringan dan kelaparan.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan Action Team untuk mengantarkan bantuan pangan ke negara yang mengalami kekeringan dan kelaparan. Seperti Somalia, Nigeria, Kenya, Sudan Selatan, dan yang paling buruk, Yaman.

Senior VP ACT, Syuhelmaidi  Syukur mengatakan, masalah kelaparan disebabkan oleh 2 faktor utama, yaitu kekeringan akut dan konflik perang. Respon yang lambat terhadap isu kemanusiaan juga memperparah kondisi kelaparan yang sudah ada.

Akibat itu, terangnya, berdasarkan data dari PBB, sebanyak 20 juta jiwa menderita kelaparan akut di negara-negara yang menderita musibah tersebut.

Baca: Lebih Dari 370.000 Anak Yaman Terancam Kelaparan

“Jumlah ini akan terus bertambah, bahkan berpotensi terjadi kematian massal seperti yang terjadi di Somalia pada 2011 dimana hampir 260 ribu jiwa meninggal akibat kelaparan akut,” ujarnya saat pelepasan di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, baru-baru ini.

Sementara itu, Presiden ACT, Ahyudin mengungkapkan, ACT merupakan wakil dari bangsa Indonesia yang mengantarkan kepeduliannya kepada korban bencana kelaparan di Afrika dan Timur Tengah.

“Dalam setahun ini, ACT akan fokus pada upaya penyelamatan dengan memberikan bantuan pangan untuk mencegah kematian massal di sejumlah negara. Secara bergelombang, ACT akan mengirimkan tim untuk mengantarkan logistik,” paparnya.

Baca: OKI Desak Dunia Segera Selamatkan Somalia

Ke depan, sambung Ahyudin, lembaganya akan melibatkan para ahli untuk membuat rekayasa teknologi guna mengatasi kekeringan yang menjadi salah satu penyebab bencana kelaparan.

Pelepasan Action Team pada Jumat pekan kemarin itu turut dihadiri KH Bachtiar Nasir, yang juga konsen terhadap persoalan kemanusiaan di berbagai wilayah termasuk Timur Tengah.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Teror di Masjid Selandia Baru, PBNU: Dunia Layak Mengutuk

Teror di Masjid Selandia Baru, PBNU: Dunia Layak Mengutuk

40 Persen Kemasan Rokok Akan Berisi Peringatan

40 Persen Kemasan Rokok Akan Berisi Peringatan

Dunia Maya Dinilai Lebih Berbahaya daripada Narkoba

Dunia Maya Dinilai Lebih Berbahaya daripada Narkoba

Ralat Fatwa, MUI Tak Sarankan Ubah Arah Masjid

Ralat Fatwa, MUI Tak Sarankan Ubah Arah Masjid

Perjuangkan Hak Warga Rohingya, PKS Mengaku akan Tempuh ‘Langkah Nyata Terukur’

Perjuangkan Hak Warga Rohingya, PKS Mengaku akan Tempuh ‘Langkah Nyata Terukur’

Baca Juga

Berita Lainnya