Penyabung Ayam Non-Muslim di Aceh Memilih Dihukum dengan Syariat Islam

Kalau penyabung ayam itu memilih hukum positif, maka dipenjara. Namun kalau memilih syariat Islam, maka dicambuk. Dan setelah itu bebas, jelas Kepala Dinas Syariat Aceh.

Penyabung Ayam Non-Muslim di Aceh Memilih Dihukum dengan Syariat Islam
muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Pengumuman soal penerapan hukum syariat Islam di Kota Langsa, Aceh. Dokumentasi Mei 2015.

Terkait

Hidayatullah.com– Kabar hukuman cambuk bagi dua penyabung ayam yang beragama Buddha di Aceh, ditanggapi oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr Munawwar Abd Djalil, MA.

Ia menegaskan, hukuman tersebut karena pelaku memilih dihukum dengan syariat Islam.

Baca: Hukuman Cambuk di Aceh Tak Melanggar HAM

Dalam syariat Islam, jelasnya, sabung ayam termasuk taruhan dan pelakunya dihukum cambuk.

Ia melanjutkan, non-Muslim di Aceh berhak memilih dihukum dengan syariat Islam atau hukum positif.

Kalau penyabung ayam itu memilih hukum positif, maka dipenjara. Namun kalau memilih syariat Islam, maka dicambuk. Dan setelah itu bebas.

“Dia (penyabung ayam) pilih hukum cambuk,” ungkapnya kepada hidayatullah.com melalui sambungan telepon, Jumat (17/03/2017).

Baca: Syariat Islam di Aceh Dinilai Memberi Kesejahteraan Perempuan

Terakhir ia menjelaskan, syariat Islam di Aceh hanya berlaku bagi Muslim di sana dan Muslim di luar Aceh yang ke situ.* Andi

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !