Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

MHQH Nasional Alu Suud ke-9 Dinilai Bukti Eratnya Hubungan RI-Arab Saudi

thobib
Pemenang MHQH Nasional Alu Suud ke-9 berfoto bersama Dubes Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta, Kamis (16/03/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi menggelar Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits (MHQH) Tingkat Nasional ke-9 tahun 2017 dari tanggal 13 – 16 Maret 2016.

Diikuti 160 orang peserta dari utusan provinsi dan pesantren, perlombaan ini dibagi dalam empat golongan. Yakni, hafalan 10, 15, 20, dan 30 juz, serta kategori Hadits Nabawi.

Dalam sambutannya pada penutupan Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits ke-9, Kamis (16/03/2017), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan rasa terima kasih kepada Kedutaan Arab Saudi yang telah rutin menyelenggarakan kegiatan tahunan ini.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi bukti eratnya hubungan Indonesia-Arab Saudi dan pada saat bersamaan, memperkuat syiar Islam di dunia.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini. Kami harapkan lebih ditingkatkan dan diperluas di masa datang, sehingga semakin memperkuat dan meneguhkan kerja sama kedua negara,” ujar Menag.

Bagi Indonesia, perhelatan ke-9 Musabaqah Hafalan al-Qur’an dan Hadits dinilai merupakan momentum tepat untuk mengukuhkan nilai-nilai keislaman dalam keragaman Nusantara.

Selain sebagai ajang silaturahim, perlombaan ini juga dinilai berkontribusi besar bagi penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat, damai, dan rahmatan lil’alamin.

Program Hafizh 1000 Hadits, Askar Kauny Ajak Umat Islam Amalkan Sunnah Rasul

Menag menambahkan, para juara yang lahir dari gelaran ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai al-Qur’an dan Hadits. Apalagi generasi muda adalah harapan dan masa depan bangsa sebagai calon pemimpin masa depan.

“Kami berharap event ini mampu memberi warna bagi penguatan nilai-nilai Islam yang moderat, memotivasi para generasi muda untuk lebih mencintai al-Qur’an dan Hadits. Nilai Islam dan spirit keduanya harus menjadi ruh dalam berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syeikh Osamah bin Muhammed Al-Shuibi, kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat syiar Islam melalui kerja sama dengan Kemenag.

“Perhelatan ini adalah momentum bagi kedua negara untuk meneguhkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Ke depan kami berharap dapat meningkatkan kualitas penyelenggaran event musabaqah ini,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Para Juara

Penutupan Musabaqah Hafalan al-Quran dan Hadits Alu Suud ke-9 diakhiri dengan pembacaan para juara oleh Ketua Dewan Hakim, Dr Ahsin Sakho Muhammad, MA.

Di kelompok putri, terdapat tiga juara di tiga cabang yang berbeda. Ilvi Zakiah Darmanita dari LPTQ DKI Jakarta keluar sebagai juara 1 pada cabang hafalan 10 juz, Siti Fadilah dari Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) juara 1 cabang hafalan 15 juz, serta Ayuna Faizatul Fikriyah dari Lembaga Tahfidz dan Tahsin Nurul Qur’an di kelompok hafalan 20 Juz.

Sebagai kegiatan pertama pada kelompok wanita, para juara hanya untuk posisi pertama saja, tidak terdapat juara 2 dan 3.

Raja Salman Apresiasi Penyambutan, Presiden Jokowi: Indonesia-Arab Saudi Dipersatukan Islam

Adapun di kelompok putra, sebagaimana siaran pers Humas Kemenag diterima hidayatullah.com, berikut rincian pemenangnya:

Cabang 10 Juz: Abdurahman Fadholi LPTQ Sulawesi Tenggara, Habiburahman utusan Pesantren Darul Aman Makasar, Umar Rois Hisyam utusan dari LIPIA Jakarta.

Cabang 15 juz: Salman Mubarak dari Pesantren al Irsyad Semarang, Muh Alfath dari Pesantren Al Matlu’ Sukabumi, dan Muh Fathi Mubarok dari Pesantren Husnul Khatimah Kuningan, Jawa Barat.

Cabang 20 juz: Nurhasan Fadil dari LPTQ Jawa Timur, Andika Prayoga dari LPTQ Riau, dan Deden Setiawan dari LPTQ Jakarta.

Cabang 30 Juz: Zulfiyandi dari Aceh, Muh Sabililhak dari Sulawesi Selatan, dan Khoirul Lisan dari Pesantren Manbaul Ulum, Serang, Banten.

Cabang hafalan hadits: Lalu Wahyu Khoirul Bahtiar LIPIA, Jakarta, Muh Ainul Hakim dari Pesantren Nurul Hakim Provinsi NTB, dan Lukman Jazaul Ihsan dari Pesantren Imam Bukhori, Karanganyar, Jawa Tengah.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

IPO Krakatau Steel Preseden Buruk BUMN

IPO Krakatau Steel Preseden Buruk BUMN

Didin: Sekularisme di Jepang adalah Lahan Dakwah

Didin: Sekularisme di Jepang adalah Lahan Dakwah

Perubahan Itu Berawal dari Bawah

Perubahan Itu Berawal dari Bawah

Wapres Pencabutan Investasi Miras

MUI Ajak Tokoh Agama Selesaikan Secara Kultural terkait UAS

Organisasi Lintas Agama Kecam 50 Tahun Israel Duduki Palestina

Organisasi Lintas Agama Kecam 50 Tahun Israel Duduki Palestina

Baca Juga

Berita Lainnya