Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Penggandaan Uang, Dimas Kanjeng Taat Pribadi Jadi Saksi Tersangka Karmawi

Umarul Faruq
Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi berada di dalam sel Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (09/02/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dimas Kanjeng Taat Pribadi dihadirkan sebagai saksi penipuan dan penggandaan uang dengan tersangka Karmawi (orang dekat Dimas Kanjeng) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/03/2017).

Sebelum memulai sidang, Hakim yang diketuai Isjuaedi meminta Dimas Kanjeng untuk mengucapkan kalimat syahadat sebanyak dua kali.

“Baca kalimat syahadat dua kali lalu ikuti kata-kata saya,” ujar Hakim Isjuaedi pada Dimas Kanjeng dikutip Antara.

Ini Hasil Rapat MUI Soal Fenomena Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Saat bersaksi, Dimas Kanjeng menggunakan baju batik lengan panjang dan sepatu berwarna hitam serta rambut yang tertata rapi.

Untuk diketahui, Karmawi adalah orang suruhan Dimas Kanjeng untuk merekrut tujuh orang mahaguru besar abal-abal. Sosok yang dianggap guru spiritual dan bagian dari kedok penipuan ini, merupakan warga biasa.

Bahkan orang yang dikenal sebagai mahaguru di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi berprofesi sebagai seorang pemulung ataupun gelandangan, yang suka minta di pinggir jalan.

Diduga Membunuh dan Menipu Modus Gandakan Uang, Taat Pribadi Ditangkap Polisi

Selain gelandangan, ada juga yang berprofesi sebagai kuli bangunan, penjual kopi, dan tukang bengkel atau mekanik dan juga ada yang pengangguran.

Ketujuh orang itu sengaja didatangkan dari Jakarta oleh tersangka Vijay dan Karmawi, dengan tujuan untuk dihadirkan setiap ada kegiatan istigasah Taat Pribadi di Madura, Makasar, dan Probolinggo. Mereka juga diminta mengenakan jubah hitam yang disuruh Dimas Kanjeng.

MUI Berhentikan Marwah Daud Terkait Padepokan Kanjeng Dimas

Dimas Kanjeng sendiri didakwa dengan kasus penipuan dan juga pembunuhan yang kasusnya sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Probolinggo. Ada dua kasus pembunuhan yang melibatkan pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu yakni korban Abdul Gani dan Ismail Hidayat.

Terdakwa Dimas Kanjeng dijerat dengan pasal 340 junto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup sampai dengan hukuman mati.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Almarhum KH Abdullah Syukri Zarkasyi Dimakamkan di Pondok Gontor Pagi ini

Almarhum KH Abdullah Syukri Zarkasyi Dimakamkan di Pondok Gontor Pagi ini

kasus covid 19

Kasus Baru Covid-19 Naik dalam Sepekan, Anies: Jakarta Siap Menghadapi Kondisi

Fatwa MUI: Aktivitas Buzzer dan Yang Mendukungnya Haram

Fatwa MUI: Aktivitas Buzzer dan Yang Mendukungnya Haram

Baitul Mal Aceh Bantu Korban Kebakaran di Aceh Besar

Baitul Mal Aceh Bantu Korban Kebakaran di Aceh Besar

Warga Dumai Resah Tayangan Porno di TV Berbayar

Warga Dumai Resah Tayangan Porno di TV Berbayar

Baca Juga

Berita Lainnya