Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Peceraian Tinggi, Kemenag Sebut Sukabumi Darurat Keluarga Sakinah

Ilustrasi
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyebutkan wilayah tersebut sudah dalam status darurat keluarga sakinah yang disebabkan tingginya angka perceraian.

“Setiap tahunnya angka perceraian di daerah ini cukup tinggi antara tiga sampai empat persen dari angka pernikahan,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi Hilmy Rivai di Sukabumi, dikutip Antaranews, Selasa, (14/03/2017).

Ironisnya kasus perceraian di kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini disebabkan oleh hal yang sepele bahkan bisa dikatakan menjadi gaya hidup. Sehingga setiap ada permasalahan baik suami maupun istri mudah mengajukan talak atau cerai, belum lagi ditambah perceraian yang tidak dilaporkan.

Baca:  Media Sosial Sebabkan Perceraian di China Meningkat

Menurutnya, walaupun angka perceraian tidak sebesar Indramayu yang mencapai 10 persen dari angka pernikahan, tetapi ini perlu diwaspadai karena angka perceraian di setiap tahunnya terus meningkat.

Adapun faktor penyebab perceraian mayoritas masalah ekonomi, usia pasangan dan ada juga akibat kekerasan dalam rumah tangga maupun perselingkuhan.

“Dari pendataan memang paling banyak yang mengajukan talak adalah istri, ini juga yang membuat prihatin kami karena mudahnya pasangan suami istri mengajukan cerai. Sebab yang menjadi korbannya sudah dipastikan anaknya,” tambahnya.

Hilmy mengatakan untuk menekan angka perceraian tersebut pihaknya sudah mempunyai banyak program seperti pendidikan keluarga sakinah yang bisa dimasukan ke dalam kurikulum sekolah. Namun jika sulit, pihaknya akan mengerahkan tenaga penyuluhnya untuk memberikan sosialisasi tentang membangun keluarga sakinah.

Baca:  Perintah Bersatu dan Larangan Bercerai-Berai

Adapun sasarannya ada pelajar maupun anak di usia Madrasah Aliyah atau setingkat SMA. Sebab di usia tersebut banyak yang sudah berpikiran menikah sehingga sangat penting diberikan penyuluhan agar mereka paham apa itu keluarga sakinah.

Adapun sosialisasi yang akan diberika seperti usia layak menikah, bagaimana cara membangun keluarga sakinah, mawadah dan warohmab serta penyelesaian permasalahan dalam keluarga sehingga suami istri tidak mudah mengajukan talak atau cerai.

“Cerai adalah perbuatan yang halal atau tidak dilarang tetapi dibenci Allah Subhanahu Wata’ala. Maka dari itu sebelum menikah calon suami maupun istri bisa memahami karakter pasangannya dan yang terpenting harus punya keyakinan dan rencana setelah nikah,” katanya.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pengurus Masjid Serahkan Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid ke Polisi

Pengurus Masjid Serahkan Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid ke Polisi

Aksi Jurnalis Desak Menkopolhukam-Panglima TNI Tindak Tegas Penganiaya Wartawan

Aksi Jurnalis Desak Menkopolhukam-Panglima TNI Tindak Tegas Penganiaya Wartawan

Tsunami Palu Setinggi 1,5 Meter

Tsunami Palu Setinggi 1,5 Meter

Prof Din di Moskow: Perlu Teologi Bersama tentang Kerukunan

Prof Din di Moskow: Perlu Teologi Bersama tentang Kerukunan

Fahira: Sultan Palembang Ajak Raja dan Seluruh Sultan di Indonesia Berantas Miras

Fahira: Sultan Palembang Ajak Raja dan Seluruh Sultan di Indonesia Berantas Miras

Baca Juga

Berita Lainnya