Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ketum Pemuda Muhammadiyah: Kasus Kematian Siyono belum Tuntas

JITU/TM Abdullah
Autopsi PP Muhammadiyah ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat pukulan benda tumpul dan patah tulang pada jenazah Siyono.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil A Simanjuntak, mengatakan akan terus mengawal proses hukum atas kasus kematian Siyono di tangan Detasemen Khusus 88 Antiteror.

“Kini, kasus Siyono belum tuntas secara hukum,” ujarnya di Jepang kepada hidayatullah.com melalui pernyataan tertulisnya, Kamis (09/03/2017).

Meskipun, kata dia, fakta melalui autopsi telah diungkapkan oleh Komnas HAM, Muhammadiyah, dan Pemuda Muhammadiyah. Dimana terungkap, semua yang disebutkan oleh Polisi dan Densus 88 terkait penyebab kematian Siyono semuanya tidak benar.

Namun, kata Dahnil, “Proses hukum pidana terus akan kita tagih.”

Setahun Kematian Siyono, Dahnil Simanjuntak Kritisi Densus 88

Setahun kasus Siyono, Dahnil menyatakan menolak lupa atas tindak-tanduk aparat kepolisian khususnya Densus 88 terkait kasus kematian Siyono.

“Kasus Siyono menjadi pintu bagi jalan memahami ‘jeroan’ para bandit politik di Indonesia, menggunakan alat negara melakukan stigmatisasi teroris terhadap Islam, demi kekuasaan dan mengejar rente,” ungkapnya.

Diberitakan media ini sebelumnya, Dahnil menyampaikan kritikannya atas kinerja Densus 88 selama ini khususnya terkait kasus kematian Siyono.

Siyono, warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah, tewas usai dibawa aparat Densus 88, Selasa (08/03/2016).

Warga Muhammadiyah Klaten ini awalnya sehat  tanpa sakit tanpa luka. Korban dijemput Densus 88 setelah shalat maghrib di masjid dekat rumahnya. Siyono kemudian telah dinyatakan tewas oleh kepolisian saat pemeriksaan pada Jumat (11/03/2016).

Inilah Hasil Autopsi Penyebab Utama Kematian Siyono

Diketahui, kepolisian melalui Kadiv Humas Mabes Polri saat itu, Irjen Pol Anton Charliyan (sekarang Kapolda Jawa Barat), pada Senin (28/03/2016), membantah jika pihaknya sengaja membunuh Siyono.

Sementara, pada Rabu (13/04/2016), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat itu, Inspektur Jenderal Pol Tito Karnavian (sekarang Kapolri), mengklaim, hasil autopsi terhadap jenazah Siyono yang dilakukan tim dokter forensik Muhammadiyah tidak bisa membuktikan adanya penyiksaan yang dilakukan oleh Densus 88.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Anies Mengaku akan Larang Prostitusi di Jakarta

Anies Mengaku akan Larang Prostitusi di Jakarta

Kaum Buruh Bekasi Sesalkan Jokowi Bersahabat Dengan Sofyan Wanandi

Kaum Buruh Bekasi Sesalkan Jokowi Bersahabat Dengan Sofyan Wanandi

Aktivis Laskar Muslim Cirebon Hilang Usai Berantas Perjudian

Aktivis Laskar Muslim Cirebon Hilang Usai Berantas Perjudian

Anggota LSF Bela Film Garapan Hanung

Anggota LSF Bela Film Garapan Hanung

Mantan Gangster Asal Kanada Akan Hadiri Reuni 212

Mantan Gangster Asal Kanada Akan Hadiri Reuni 212

Baca Juga

Berita Lainnya