Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Setahun Kematian Siyono, Dahnil Simanjuntak Kritisi Densus 88

istimewa
Siyono semasa hidup.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Setahun pasca kematian Siyono, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah,  Dahnil A Simanjuntak, melontarkan kritikannya atas kinerja Detasemen Khusus 88 (Densus 88) selama ini.

“Ternyata tepat tanggal 8 Maret ini, Siyono meninggal di tangan Densus 88, yang awalnya disebut melawan, fakta autopsi justru penyiksaan,” ujar Dahnil melalui akun media sosialnya di Twitter, Rabu (08/03/2017) kemarin.

Dahnil mengatakan, istri Siyono, Suratmi, yang ia sebut sebagai “perempuan berintegritas tinggi “, telah mengetahui apa penyebab kematian suaminya. Namun Suratmi tak kunjung memperoleh keadilan.

Inilah Hasil Autopsi Penyebab Utama Kematian Siyono

“Upaya pengungkapan fakta oleh @pppemudamuh melalui autopsi setidaknya merobohkan tafsir kebenaran tunggal Densus 88. Tanpa proses hukum,” kicau Dahnil melalui akunnya, @Dahnilanzar, seraya menandai akun PP Pemuda Muhammadiyah.

Dahnil mengatakan, selama ini publik tidak bisa berbuat apa-apa ketika Densus 88 menembak atau membunuh seseorang dan menyebut itu pasti teroris. “Selesai. Tanpa proses hukum,” ujarnya.

Komnas HAM Desak Polri Ungkap Kasus Siyono Secara Transparan

“Kelompok agama,” menurut Dahnil, “takut membela hak hidup mereka (korban Densus 88. Red) karena takut dituduh pembela teroris, @pppemudamuh justru banyak ngajak Kontras, LBH, ICW, dan lain-lain.”

“Anda bayangkan di republik ini ada satu alat negara yang bisa membunuh tanpa kita tahu dia (yang dibunuh. Red) benar penjahat atau bukan. Teroris atau bukan,” pungkasnya berkicau.

Dijatuhi Sanksi, Dua Anggota Densus Kasus Siyono Ajukan Banding

Sebagaimana diketahui, Siyono, warga Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah, tewas usai dibawa aparat Densus 88, Selasa (08/03/2016).

Warga Muhammadiyah Klaten ini awalnya sehat  tanpa sakit tanpa luka. Korban dijemput Densus 88 setelah shalat maghrib di masjid dekat rumahnya. Siyono kemudian telah dinyatakan tewas oleh kepolisian saat pemeriksaan pada Jumat (11/03/2016).*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

PP Al-Irsyad Al-Islamiyah Minta Polisi Berlaku Persuasif dalam “Aksi Bela Islam” 4 November

PP Al-Irsyad Al-Islamiyah Minta Polisi Berlaku Persuasif dalam “Aksi Bela Islam” 4 November

FKUB Jabar Kecewa Penertiban Rumah Ibadah Liar Dikaitkan Intoleransi

FKUB Jabar Kecewa Penertiban Rumah Ibadah Liar Dikaitkan Intoleransi

MUI Jatim Bawa Masalah Syiah ke Forum Ijtima Ulama

MUI Jatim Bawa Masalah Syiah ke Forum Ijtima Ulama

Pedri Kasman: Shalat Shubuh Berjamaah itu Revolusi Mental Sesungguhnya

Pedri Kasman: Shalat Shubuh Berjamaah itu Revolusi Mental Sesungguhnya

Ja’far Umar Thalib: NU Jangan Terpancing Isu Wahabi

Ja’far Umar Thalib: NU Jangan Terpancing Isu Wahabi

Baca Juga

Berita Lainnya