Kamis, 9 Desember 2021 / 4 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Pengamat LIPI: Jangan Seenaknya Pakai Senjata Tangani Terorisme

ipsk.lipi.go.id
Pengamat LIPI Dr Riefqi Muna.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Riefqi Muna mengatakan, penanganan tindak terorisme mestinya tidak selalu menggunakan pendekatan kekerasan atau senjata.

“Perlu dipikirkan cara-cara bukan hanya kekerasan tapi juga yang soft (lembut),” ujarnya dalam seminar bertema ‘Ancaman dan Strategi Penanggulangan Terorisme’ di Auditorium Juwono Sudarsono Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (07/03/2017).

Menurutnya, mesti ada pembagian level bagaimana suatu tindakan terorisme direspon. Yakni sesuai konteks dan dinamikanya.

Konferensi Universitas Al-Azhar Desak Dunia Tak Kaitkan Islam dengan Terorisme

Ia mengungkapkan, komponen penggunaan kekerasan atau senjata terhadap teroris disiapkan jika ada resiko. Misalnya kalau pelaku menggunakan senjata dan membahayakan. Kalau tidak melawan maka dianggap tidak perlu.

“Penanganannya harus sangat hati-hati, tidak bisa senjata itu digunakan dengan seenaknya,” ungkapnya.

Memang, menurut Muna, terorisme merupakan suatu kejahatan luar biasa (extraordinary crime) dan berpotensi membahayakan.

Namun, jelasnya, tetap tidak boleh kekerasan digunakan dengan tidak semestinya sehingga seringkali berakhir dengan hilangnya nyawa pelaku.

Santri Bisa Menjadi Duta Lawan Propaganda Terorisme

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam UI dan Institute for Peace and Security Studies (IPSS).

Turut hadir Dr M Luthfi Zuhdi (Direktur PSKTTI UI), Prof Azyumardi Azra (Guru Besar UIN Jakarta), Irjen Benny Mamoto (Wakil Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI), dan Dr Sri Yunanto (Penulis Buku Ancaman dan Strategi Penanggulangan Terorisme).*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Lebih 160 Warga Pedalaman Suku Laoje Bersyahadat Massal

Lebih 160 Warga Pedalaman Suku Laoje Bersyahadat Massal

Ormas-ormas Kepemudaan Bentuk Aliansi Pemuda Islam untuk Pembebasan Al-Aqsha

Ormas-ormas Kepemudaan Bentuk Aliansi Pemuda Islam untuk Pembebasan Al-Aqsha

PP Muhammadiyah Beri Perhatian Khusus Kasus ‘Kriminalisasi’ Kader IMM

PP Muhammadiyah Beri Perhatian Khusus Kasus ‘Kriminalisasi’ Kader IMM

Banjir Sulsel, 30 Orang Meninggal, 2.694 Rumah Terendam

Banjir Sulsel, 30 Orang Meninggal, 2.694 Rumah Terendam

1,2 Juta Vaksin Covid-19 Asal China Tiba di Indonesia, 1,8 Juta Lainnya akan Menyusul

1,2 Juta Vaksin Covid-19 Asal China Tiba di Indonesia, 1,8 Juta Lainnya akan Menyusul

Baca Juga

Berita Lainnya