Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Habib Rizieq: Membenturkan Pancasila dengan Islam adalah ‘Pemerkosaan’ Pancasila

m zainal/hidayatullah.com
Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di kediamannya di Petamburan, Jakarta, Senin (06/03/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab mengatakan, Pancasila tidaklah bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab, menurutnya, Pancasila lahir dari rahim ajaran Islam.

“Sehingga Pancasila itu hanya bisa benar kalau ditafsirkan sesuai dengan ajaran Islam,” ujarnya dalam wawancara khusus Kelompok Media Hidayatullah (KMH) di kediamannya di Markaz Syariah, Jl Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (06/03/2017) siang.

Diketahui, penafsiran Pancasila berdasarkan pendapat Habib Rizieq itu selama ini dituding banyak pihak sebagai bentuk ancaman terhadap Pancasila. Habib Rizieq menampik tegas tudingan itu.

“Kalau ada sekelompok orang menganggap (penafsiran tersebut) ancaman, karena selama ini mereka ‘memperkosa’ Pancasila, karena selama ini mereka mengangkangi Pancasila, karena selama ini mereka menyelewengkan makna Pancasila,” paparnya tegas.

Benarkah ada Penodaan Pancasila dalam Kasus Habib Rizieq?

Jadi, kata dia, kalau selama ini ada keputusan presiden atau undang-undang yang dikeluarkan DPR RI yang membolehkan penyebaran/penjualan minuman keras, berarti, peraturan perundang-undangan itu sudah bertentangan dengan nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Nah, kalau ini dibiarkan, ini namanya ‘pemerkosaan’ Pancasila. Ini namanya pengangkangan Pancasila,” ujar Ketua Dewan Pembina GNPF MUI ini.

“Nah, karena selama ini udah terbiasa mereka menyelewengkan tafsir Pancasila, begitu kita ingin kembalikan tafsir Pancasila pada relnya, mereka merasa ini ancaman. Padahal ini bukan ancaman buat negara, bukan ancaman buat Pancasila, bukan! Ancaman buat bisnis haram mereka,” lanjutnya tegas.

Ahli Hukum MUI: ‘Kriminalisasi’ Karya Ilmiah Habib Rizieq Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan

Soal Komunisme dan Ateisme

Soal “pemerkosaan” Pancasila, Habib Rizieq menjelaskan, sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

Itu berarti, jelas dia, sejak berdirinya, sejak diproklamasikan dengan dasar Pancasila, bangsa Indonesia sudah sepakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Artinya, kalau kita menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa, maka segala pemahaman ataupun yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa enggak boleh dilegalkan di Indonesia,” jelasnya.

“Mutlak itu enggak boleh, karena ideologi kita, kan, Ketuhanan Yang Maha Esa,” imbuhnya tegas.

Dari situ, terangnya, bisa dikatakan, paham-paham seperti Marxisme, Leninisme, Komunisme, serta Ateisme, bertentangan dengan nilai-nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Maka (paham-paham) itu enggak boleh diberikan tempat hidup di Indonesia,” ujarnya. Terkait itu, kata dia, sudah benar keberadaan Tap MPRS No. 25 Tahun 1966 yang melarang penyebaran paham Komunis dan Ateis.

Baik-Buruknya nilai Pancasila Bergantung Siapa Perawatnya

Begitu pula, kata Habib Rizieq, perbuatan apa saja yang bertentangan dengan nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa, enggak boleh dilegalkan di Indonesia.

“Seperti apa? Prostitusi, enggak boleh dilegalisasi atau dilokalisasi. Begitu pula perjudian, enggak boleh donk diresmikan,” ujarnya.

Habib Rizieq mengatakan, sebetulnya penjelasan soal Pancasila dan penafsirannya itu sangat panjang.

Ente (Anda) punya pertanyaan (soal tafsir Pancasila) bisa dijawab satu jam,” ujarnya yang mengaku siang itu dalam kondisi lelah setelah mengisi pengajian.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Mereka yang Menghina Rasul, Habib Salim Segaf: Biar Allah yang Membalasnya

Mereka yang Menghina Rasul, Habib Salim Segaf: Biar Allah yang Membalasnya

Empat Pasangan Tuna Netra Bahagian Menikah

Empat Pasangan Tuna Netra Bahagian Menikah

KISPA: AS Telah Melecehkan Tanah Suci Al-Quds

KISPA: AS Telah Melecehkan Tanah Suci Al-Quds

Masyarakat Antusias Sambut Raja Salman, Pemerintah Indonesia Diharapkan Menangkap Pesannya

Masyarakat Antusias Sambut Raja Salman, Pemerintah Indonesia Diharapkan Menangkap Pesannya

Para Kiai Pindah Ke PPP Karena Merasa Dikhiantai

Para Kiai Pindah Ke PPP Karena Merasa Dikhiantai

Baca Juga

Berita Lainnya