Senin, 29 November 2021 / 23 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Pemerintah Diingatkan Jangan Gagal Membaca Persoalan Umat

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah
Bagikan:

Hidayatullah.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, tindakan kriminalisasi ulama disebabkan karena pemikiran yang salah dari pemerintah terhadap umat Islam.

Karenanya, Fahri mengingatkan agar pemerintah jangan gagal membaca persoalan keumatan bangsa Indonesia.

“Kalau para pejabat dan penegak hukum ingin belajar tentang apa itu umat, bagaimana cara membacanya, ya dengan mengembangkan dialog dengan para stakeholder keumatan,” ujarnya kepada wartawan di bilangan Tebet, Jakarta, (26/02/2017).

Ia menilai, ketidakfahaman membaca persoalan umat hari ini dikarenakan frame berpikir terhadap Islam yang salah.

Baca: Fahri Hamzah Sebut Pemerintah Gunakan Kacamata “War on Terror” Hadapi Umat Islam

“Allahu Akbar itu adalah semboyan dari jihad merebut dan mempertahakan kemerdekaan bangsa. Dan pahlawan nasional itu kebanyakan bersorban dan berjenggot. Mereka semua pejuang,” ungkapnya.

“Justru sekarang simbol itu diframe dan dimusuhi. Makanya seolah orang seperti Bachtiar Nasir dan Habib Rizieq itu musuh negara,” tambah Fahri.

Baca:  Fahri Hamzah Sebut Aksi 411 sebagai ‘Parlemen Jalanan’ Terbesar Sejarah Indonesia

Oleh sebab itu, Fahri mengungkapkan, dirinya pernah marah dengan salah seorang petinggi kepolisian karena dinilai tidak faham memandang persoalan keumatan dan bangsa hari ini.

“Kalau tidak faham tanya dong kepada yang paham. Saya menghimbau juga tokoh-tokoh Islam ini keluar untuk tampil menjelaskan pikiran jahil tentang Islam,” pungkasnya.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

MTQ Nasional Batam akan Dihadiri Perwakilan Negara Islam

MTQ Nasional Batam akan Dihadiri Perwakilan Negara Islam

Evakuasi Korban Sukhoi, Tim SAR Tak Lupa Sampah Ciliwung

Evakuasi Korban Sukhoi, Tim SAR Tak Lupa Sampah Ciliwung

Menag: Jangankan Pernikahan yang Sakral, Pindah Rumah Saja Pakai Ritual Agama

Menag: Jangankan Pernikahan yang Sakral, Pindah Rumah Saja Pakai Ritual Agama

Penahanan Terduga dalam RUU Terorisme Menjadi 21 Hari

Penahanan Terduga dalam RUU Terorisme Menjadi 21 Hari

ilustrasi pembelajaran jauh

Varian Delta Tak Terkendali, Pemerintah Harus Putuskan Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh

Baca Juga

Berita Lainnya