Rabu, 27 Oktober 2021 / 20 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Islahudin: Aneh Bantuan Kemanusiaan ke Suriah Dikaitkan GNPF-MUI

ISTIMEWA
Islahudin Akbar
Bagikan:

Hidayatullah.com—Pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian baru-baru ini yang menyebut Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)- MUI telah mengirimkan dana sebesar 1 Milyar ke Turki dinilai aneh dan tak berdasar.

Pernyataan ini disampaikan IA alias Islahudin Akbar, seorang pegawai Bank BNI Syariah yang jadi tersangka kasus dugaan TPPU dana Yayasan Keadilan Untuk Semua. IA adalah orang yang dipercaya Ketua GNPF-MUI mencairkan dana umat melalui GNFP-MUI saat Aksi Bela Islam I dan II.

Menurut IA,  bahwa bukti transfer yang dibeberkan polisi itu adalah dari Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS),  pada Juli 2016. Jauh sebelum terbentuknya GNPF MUI. FIPS adalah lembaga kemanusiaan yang pernah didirikan Bachtiar Nasir untuk membantu penderitaan Muslim korban perang di Suriah.

Baca: Pengacara IA: Ada Upaya Perbuatan Mulia Ditarik-tarik Supaya Jahat

“Dana itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan GNPF, dan FIPS ini tercetus lama sebelum adanya GNPF,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Jakarta, Sabtu (23/02/2017).

IA menjelaskan, dirinya memang diamanahi mengelola dana kemanusiaan yang dihimpun oleh FIPS.

Namun, untuk penyalurannya diserahkan kepada pengurus yang lain. Dan sepengetahuannya, dana itu kemudian diserahkan ke lembaga lain baik dalam maupun luar negeri.

Baca: Bachtiar Nasir: Saya Sekarang Sedang Dikuliti

Karenanya, IA menegaskan, bahwa dana itu bukan dikirimkan oleh GNPF-MUI, apalagi dengan tuduhan keji, membantu teroris.

“Tidak benar dana GNPF untuk kegiatan diluar GNPF, apalagi ke teroris,” imbuhnya.

Baca: ACT: Mengaitkan Lembaga Kemanusiaan dengan ISIS adalah Konyol

Lebih jauh Ia mengungkapkan, FIPS sudah lama berhenti, dan rekening yang dikelolanya juga sedang ditutup, dan akan dibuka lagi saat ada kegiatan.

Terkait bukti kiriman dana FIPS ke IHH, Islahudin juga menyebut jumlahnya berkisar $4600 US atau jika dikurskan hanya sekitar Rp.60 juta. Bukan 1 Milyar seperti yang dikatakan Tito.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Bubarkan HTI Harusnya Lewat Pengadilan, Bukan Jumpa Pers dan Opini

Bubarkan HTI Harusnya Lewat Pengadilan, Bukan Jumpa Pers dan Opini

Wahdah Islamiyah: Pilihlah Capres yang berpihak pada Umat

Wahdah Islamiyah: Pilihlah Capres yang berpihak pada Umat

Masyarakat Merespon Positif #GerakanTutupAurat

Masyarakat Merespon Positif #GerakanTutupAurat

Ketua MUI Sulteng: Musibah Memberikan Peringatan Penting

Ketua MUI Sulteng: Musibah Memberikan Peringatan Penting

PM Palestina ke Jakarta Hadiri CEAPAD

PM Palestina ke Jakarta Hadiri CEAPAD

Baca Juga

Berita Lainnya