Sabtu, 25 September 2021 / 17 Safar 1443 H

Nasional

Di depan Presiden Jokowi, Muhammadiyah Sampaikan Berbagai Kritik Tajam soal Kondisi Bangsa

presidenri.go.id
Presiden Jokowi membuka Tanwir Muhammadiyah di Ambon, bersama Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Menag Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (24/02/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pada Tanwir Muhammadiyah di Ambon, berbagai kritik tajam soal kondisi kebangsaan hasil pencermatan Muhammadiyah disampaikan di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di antara kritik keras yang dilontarkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir adalah soal kondisi penguasaan aset nasional.

“Pada tahun ini publik dikejutkan oleh data bahwa 1 persen orang menguasai 55 persen kekayaan Indonesia,” ujar Haedar dalam pidato iftitah Tanwir di Islamic Center Ambon, Maluku, Jumat (24/02/2017).

“Bahkan,” lanjutnya dikutip laman resmi pwmu.co,” terdapat pendapat yang menunjukkan angka yang lebih dramatik,” tentang kondisi ketimpangan di negeri ini.

Ketum Muhammadiyah: RI Harus Berdaulat, Jangan Beri Ruang Dikuasai Kekuatan Asing

Yang lebih menyedihkan, imbuhnya, para penguasa kekayaan itu kebanyakan para pemilik modal, baik domestik maupun asing. Mereka hanya mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tanpa mengindahkan kesinambungan dan nasib mayoritas rakyat Indonesia.

“Kondisi kesenjangan tersebut dapat menjadi ancaman nasional yang tidak ringan,” ujar Haedar. Sebab, situasi tersebut akan banyak melahirkan berbagai kondisi negatif. Misalnya, masalah kecemburuan, sentimen, dan kerenggangan sosial.

Berbagai kondisi negatif itu jika tak tertangani dengan baik, kata Haedar, bisa menjadi problem yang mencemaskan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dapat berubah menjadi benih ketegangan, konflik, kekerasan, dan anarkisme sosial,” Haedar mengingatkan.

Muhammadiyah Kritis Kebijakan Ekonomi Jilid IV Jokowi

Oleh karena itu, Haedar mengajak pemerintah dan semua elemen bangsa mesti prihatin serta menemukan solusi yang adil dan menyeluruh. “Dalam menghadapi problem kesenjangan sosial dan ketimpangan di republik ini,” tegasnya.

Tanwir Muhammadiyah berlangsung pada Jumat-Ahad (24-26/02/2017), dengan tema “Kedaulatan dan Keadilan Sosial untuk Indonesia Berkemajuan”. Presiden Jokowi hadir membuka tanwir tersebut.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Tebar Al-Quran Hingga ke Pekan Baru Riau

Tebar Al-Quran Hingga ke Pekan Baru Riau

BMKG: Tsunami Selat Sunda Tidak Dipicu Gempa

BMKG: Tsunami Selat Sunda Tidak Dipicu Gempa

Biaya Penerbangan Haji Naik 16 Persen

Biaya Penerbangan Haji Naik 16 Persen

HNW Kiai

Banyak Kiai Wafat, HNW Desak Kemenag dan BAZNAS Tingkatkan Program Ulama dan Santri

Mentan: Stok Bawang Putih Aman, Kalau Ada yang Timbun Tangkap Saja

Mentan: Stok Bawang Putih Aman, Kalau Ada yang Timbun Tangkap Saja

Baca Juga

Berita Lainnya