Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Di depan Presiden Jokowi, Muhammadiyah Sampaikan Berbagai Kritik Tajam soal Kondisi Bangsa

presidenri.go.id
Presiden Jokowi membuka Tanwir Muhammadiyah di Ambon, bersama Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Menag Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (24/02/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Pada Tanwir Muhammadiyah di Ambon, berbagai kritik tajam soal kondisi kebangsaan hasil pencermatan Muhammadiyah disampaikan di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di antara kritik keras yang dilontarkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir adalah soal kondisi penguasaan aset nasional.

“Pada tahun ini publik dikejutkan oleh data bahwa 1 persen orang menguasai 55 persen kekayaan Indonesia,” ujar Haedar dalam pidato iftitah Tanwir di Islamic Center Ambon, Maluku, Jumat (24/02/2017).

“Bahkan,” lanjutnya dikutip laman resmi pwmu.co,” terdapat pendapat yang menunjukkan angka yang lebih dramatik,” tentang kondisi ketimpangan di negeri ini.

Ketum Muhammadiyah: RI Harus Berdaulat, Jangan Beri Ruang Dikuasai Kekuatan Asing

Yang lebih menyedihkan, imbuhnya, para penguasa kekayaan itu kebanyakan para pemilik modal, baik domestik maupun asing. Mereka hanya mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tanpa mengindahkan kesinambungan dan nasib mayoritas rakyat Indonesia.

“Kondisi kesenjangan tersebut dapat menjadi ancaman nasional yang tidak ringan,” ujar Haedar. Sebab, situasi tersebut akan banyak melahirkan berbagai kondisi negatif. Misalnya, masalah kecemburuan, sentimen, dan kerenggangan sosial.

Berbagai kondisi negatif itu jika tak tertangani dengan baik, kata Haedar, bisa menjadi problem yang mencemaskan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dapat berubah menjadi benih ketegangan, konflik, kekerasan, dan anarkisme sosial,” Haedar mengingatkan.

Muhammadiyah Kritis Kebijakan Ekonomi Jilid IV Jokowi

Oleh karena itu, Haedar mengajak pemerintah dan semua elemen bangsa mesti prihatin serta menemukan solusi yang adil dan menyeluruh. “Dalam menghadapi problem kesenjangan sosial dan ketimpangan di republik ini,” tegasnya.

Tanwir Muhammadiyah berlangsung pada Jumat-Ahad (24-26/02/2017), dengan tema “Kedaulatan dan Keadilan Sosial untuk Indonesia Berkemajuan”. Presiden Jokowi hadir membuka tanwir tersebut.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Lagi, Mahasiswa Desak  DPRD Padang Cabut Izin RS Siloam

Lagi, Mahasiswa Desak DPRD Padang Cabut Izin RS Siloam

Siapkan 10 Ribu Dai, Cinta Quran Center Tahfidz dan Da’i Institute Resmi Berdiri

Siapkan 10 Ribu Dai, Cinta Quran Center Tahfidz dan Da’i Institute Resmi Berdiri

Dirjen PHU: Dana Haji Bisa Perkuat Keuangan Syariah

Dirjen PHU: Dana Haji Bisa Perkuat Keuangan Syariah

Internet Menjangkau Pelosok, Tapi Tendensi Akses Pornografi  Makin Meningkat

Internet Menjangkau Pelosok, Tapi Tendensi Akses Pornografi Makin Meningkat

Hari Jumat Diusulkan Sebagai Hari Musyawarah Agama

Hari Jumat Diusulkan Sebagai Hari Musyawarah Agama

Baca Juga

Berita Lainnya