Sabtu, 25 September 2021 / 17 Safar 1443 H

Nasional

Dini Hari, Polisi Geledah Rumah Kerabat Dekat Ketua GNPF-MUI

ISTIMEWA
Polisi sedang menggeledah rumah AA, kerabat dekat Ketua GNPF-MUI, Bachtiar Nasir tadi malam
Bagikan:

Hidayatullah.com—Sabtu (11/02/2017) dini hari, Anggota Badan Reserse Kriminal Polri  (Bareskrim) Mabes Polri menyambangi rumah Adnin Armas, guna menggeladah rumahnya terkait tudingan pencucian uang dalam Aksi Bela Islam. Adnin dikenal sebagai da’i sekaligus kerabat dekat  Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF)-MUI Bachtiar Nasir.

Dalam pantauan Islamic News Agency (INA),  polisi memasuki rumah Adnin pada pukul 01.00 dini hari. Ada sekitar 3 orang yang masuk ke rumah, sementara sejumlah polisi lain berjaga-jaga di luar rumah.

Istri Adnin Armas, Irma, menyatakan sangat kaget dengan kehadiran para polisi malam hari. Apalagi saat polisi datangia sedang berada di luar rumah, sementara sang suami sejak pagi dipanggil ke Barekrim.

Bachtiar Nasir Penuhi Panggilan Bareskrim Terkait Tuduhan TPPU

“Saya pulang karena ditelepon anak saya. Anak saya nangis-nangis karena pintu rumah saya digedor-gedor. Kasihan anak saya,” ujar Irma saat ditemui salah seorang perwakilan Bareskrim di dalam rumah, Depok Jawa Barat.

“Saya pulang karena ditelepon anak saya. Anak saya nangis-nangis karena pintu rumah saya digedor-gedor. Kasihan anak saya,” ujar Irma

Irma mengatakan anaknya sangat trauma dengan situasi ini. Anaknya yang masih di bawah umur tersebut ketakutan ketika didatangi polisi. Apalagi rumah Adnin sempat dibobol orang tak dikenal.

“Anak saya dirumah sendiri. Jerit-jerit. Menangis,” ujar Irma kepada INA.

Merdeka dari Jeratan ‘Kriminalisasi’

Malam itu polisi mendatangi rumah Adnin karena dalam catatan, Yayasan Justice for All (Yayasan Keadilan untuk Semua), tertera sebagai rekening  penampung dana untuk Aksi Bela Islam yang dilakukan pada 4 November 2016 dan 2 Desember 2016, beralamat di kediaman Adnin Armas, Depok. Karena inilah, aparat menuduh  Adnin telibat tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Ya mohon maaf bu (atas ketidaknyamanannya. Karena setahu saya alamat yayasan di sini,” ujar perwakilan Bareskrim AKBP Asri Efendi SIK.

Kapolri Diminta Hentikan Praktik Penistaan dan ‘Kriminalisasi’ Ulama oleh Siapapun

Tetangga Adnin, Rudi mengaku kaget. Selama ini ia mengenal Adnin orang baik dan tidak ada masalah.

“Beliau ustadz. Selama ini ga masalah. Kita juga kaget tiba-tiba kok digeledah seperti ini.”

Sebagaimana diketahui, sejak Aksi Bela Islam, sebagian besar tokoh-tokoh yang terlibat GNPF-MUI seolah menjadi target polisi. Setelah Habib Rizieq Shihab, Munarman, Bachtiar Nasir, kini Adnin. Kabarnya, beberapa orang yang ikut menyumbang dana Aksi Bela Islam juga sedang diperiksa.

Sampai usah shalat Subuh, polisi baru usai memeriksa. */MP (INA)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Din Syamsuddin: Densus Jangan Membasmi Teror dengan Teror!

Din Syamsuddin: Densus Jangan Membasmi Teror dengan Teror!

MUI Imbau Ormas Tunda Acara Pengumpulan Massa, Cegah Covid-19

MUI Imbau Ormas Tunda Acara Pengumpulan Massa, Cegah Covid-19

Pendidikan di Indonesia Masih Menimbulkan Keresahan

Pendidikan di Indonesia Masih Menimbulkan Keresahan

TNI Berniat Latih Santri Sebagai Prajurit

TNI Berniat Latih Santri Sebagai Prajurit

Ormas Gabungan Imbau Umat Bersabar Tunggu Hasil KPU

Ormas Gabungan Imbau Umat Bersabar Tunggu Hasil KPU

Baca Juga

Berita Lainnya