Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Inilah Tausyiah MUI Menghadapi Pilkada Serentak

Mejelis Ulama Indonesia (MUI)
Bagikan:

Hidayatullah.com— Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan tausyiah sehubungan dengan  akan dilaksanakannya agenda Pemilukada secara serentak pada hari Rabu,  15 Februari 2017. Diantaranya mengajak umat menggunakan hak pilihnya dan wajib memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur, terpercaya, tabligh, mempunyai kemampuan  dan memperjuangkan kepentingan umat Islam.

“Dalam menggunakan hak pilihnya, Umat Islam wajib memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam,” demikian tausyiah MUI yang dikeluarkan di Jakarta hari Jumat di  10 Februari 2017 M atau bertepatan 13 Jumadil Awal 1438 Hijriyah.

Di bawah ini isi lengkapnya;

TAUSIYAH MUI MENGHADAPI PEMILUKADA SERENTAK

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya agenda pemilukada secara serentak pada tanggal 15 Februari 2017, dan mengingat tanggung jawab warga negara untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya, maka Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia menyapaikan taushiyah sebagai berikut :

  1. Menghimbau kepada mayarakat, khusunya umat Islam untuk menjaga situasi agar tetap aman, damai dan terbangun suasana kehidupan yang penuh harmoni. Masyarakat agar ikut serta mengawasi proses pelaksanaan pemilukada, sehingga mencegah potensi terjadinya kecurangan dan gangguan keamanan.
  2. Meminta kepada umat Islam untuk menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab, sesuai dengan tuntunan agama. Sebagaimana Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia Tahun 2009; Memilih pemimpin menurut ajaran Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama.
  3. Dalam menggunakan hak pilihnya, Umat Islam wajib memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam.
  4. Kepada seluruh Umat Islam yang sedang belajar di pesantren/perguruan tinggi atau bekerja di luar tempat asalnya untuk dapat meminta izin pulang ke daerah asalnya guna menunaikan hak pilihnya sebagai wujud tanggung jawab berbangsa dan bernegara.
  5. Meminta kepada segenap pimpinan pesantren/lembaga pendidikan dan tempat bekerja untuk dapat mengizinkan santri/murid atau pekerja yang memiliki hak pilih untuk dapat menunaikan haknya di daerah masing-masing sebagai wujud partisipasi dalam kehidupan politik.
  6. Mengajak segenap Umat Islam untuk bermunajat memohon kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar semua proses pemilukada serentak bisa terlaksana secara jujur, adil, aman dan damai serta menghasilkan pemimpin-pemimpin yang takut hanya kepada Allah dan berjuang sepenuh tenaga mewujudkan bangsa dan negara yang adil dan makmur dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala (baldatun thayyibatun warabbun ghafur).

Wallahu al-musta’an wa’alaihi at-tuklan.

Jakarta, 13 Jumadil Awal 1438 H | 10 Februari 2017 M

DEWAN PIMPINAN MAJELIS ULAMA INDONESIA

Wakil Ketua Umum,

Ttd,

Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc, MA

Wakil Sekretaris Jenderal,

Ttd,

Drs. H. Sholahudin Al-Aiyub, M.S.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Din Sayangkan Pengerahan Tentara

Din Sayangkan Pengerahan Tentara

Pengamat UI: Wanita Jadi Alat Melobi

Pengamat UI: Wanita Jadi Alat Melobi

Pemerintah Tak Perlu tangani kasus ISIS dengan Pendekatan Terorisme

Pemerintah Tak Perlu tangani kasus ISIS dengan Pendekatan Terorisme

Ulama NU Jatim Sepakat Dukung JK-Wiranto

Ulama NU Jatim Sepakat Dukung JK-Wiranto

Paganagari  Apresiasi Pemusnahan Kafe Maksiat

Paganagari Apresiasi Pemusnahan Kafe Maksiat

Baca Juga

Berita Lainnya