Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Nasional

Jambore Mahasiswa Dibuka tanpa Pembacaan Doa, Banyak Kejanggalan Lain

istimewa
Jambore mahasiswa di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Februari 2017.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) mengungkapkan, banyak kejanggalan pada acara Jambore Mahasiswa Indonesia di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu-Senin (04-06/02/2017).

“Di antaranya, pertama, bendera nasional tidak disediakan panitia dan bendera sempat tidak berkibar, sehingga dari peserta membawa bendera naik ke panggung,” ungkap Zainuddin Arsyad dari AMI dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com, Selasa (07/02/2017).

Kejanggalan selanjutnya, ungkapnya, lambang Pancasila tidak ada  dalam ruangan acara itu dan pada acara pembukaan tidak ada pembacaan doa apalagi pembacaan kitab suci.

Menurut AMI, simbol negara berupa bendera Merah Putih telah dicederai panitia jambore tersebut.

“Kemudian telah mengkhianati Pancasila serta agama karena tidak adanya pembacaan doa sesuai dengan tradisi Indonesia dan Pancasila,” sebutnya.

AMI Kutuk Pengusiran dan ‘Pembungkaman’ Mahasiswa Peserta Jambore di Cibubur

Kejanggalan keempat, imbuhnya, kebanyakan peserta jambore tidak ada undangan resminya.

“Kelima, isi materi banyak menyudutkan ormas Islam dan mantan Presiden RI-6 (Susilo Bambang Yudhoyono/SBY. Red),” ungkapnya.

Selain itu, kejanggalan lain, imbuhnya, terjadinya pengusiran banyak mahasiswa dari ruang acara karena mereka bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Hal itu dinilai sebagai bentuk pembungkaman atas suara mahasiswa, yang dinilai sebagai bentuk kejahatan demokrasi.

“(Kejanggalan) ketujuh, salah satu pemateri mengatakan komunisme di Indonesia sudah tidak ada,” ungkapnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Dilatih Kepemimpinan, 60-an Dai Indonesia Ikuti Psikotest

Dilatih Kepemimpinan, 60-an Dai Indonesia Ikuti Psikotest

Istana Minta Polisi Mengusut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Istana Minta Polisi Mengusut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Lobi Hukuman Mati, Mufti Australia Mengaku Hormati Kedaulatan Indonesia

Lobi Hukuman Mati, Mufti Australia Mengaku Hormati Kedaulatan Indonesia

Hapus Tato Gratis Roadshow Sumatera, Ini Jadwalnya

Hapus Tato Gratis Roadshow Sumatera, Ini Jadwalnya

Dinilai Sering “Vulgar”, Ormas Islam Demo Jawa Pos

Dinilai Sering “Vulgar”, Ormas Islam Demo Jawa Pos

Baca Juga

Berita Lainnya