Rabu, 8 Desember 2021 / 3 Jumadil Awwal 1443 H

Nasional

Terkait Sikap Ahok atas KH Ma’ruf, Menag: Mempermalukan Ulama Berisiko Besar

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Menag Lukman Hakim Saifuddin.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Terkait sikap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan penasihat hukumnya yang dinilai merendahkan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak semua pihak untuk menjaga marwah dan martabat para pemuka agama.

Menurutnya, masyarakat Indonesia sangat religius dimana agama menjadi ruh sekaligus jiwa bangsa. Wajar jika kemudian para pemuka agama mendapat tempat khusus di tengah kehidupan masyarakatnya.

Dukung Kiai Ma’ruf, GNPF MUI Tegaskan Pengawalan Fatwa dan Marwah Ulama

“Semua kita, khususnya elit negeri ini, haruslah senantiasa menjunjung tinggi ajaran agama, menjaga simbol-simbol agama, dan menghormati para pemuka agama.

Di negeri mayoritas Muslim ini, kita harus benar-benar menjaga kehormatan ulama dan kiai,” ujarnya, kemarin, melalui siaran pers diterima hidayatullah.com Jakarta.

Menurutnya, salah satu bentuk penghormatan itu adalah tidak mempermalukan para ulama sedemikian rupa. Sebab, risikonya amat besar.

Misalnya, imbuhnya, menimbulkan gejolak dan kegaduhan yang semakin kontraproduktif bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Energi pun akan terkuras ke arah yang tak semestinya sehingga pembangunan jadi terhambat.

Nashirul Haq: Ahok Harus Perbaiki Adabnya kepada Ulama

Agama Berposisi Penting di Indonesia

Ditegaskan Menag, Indonesia memang bukan negara agama, tapi agama menempati posisi penting dalam sejarah perjalanan bangsa. Pesan agama bahkan mewarnai Pancasila dan UUD 1945 yang menjadi dasar negara.

Ia memaparkan, Bhinneka Tunggal Ika mengandung pesan keagamaan kuat tentang pentingnya menghargai keragaman, karena itu adalah kehendak Yang Maha Kuasa.

Sedangkan NKRI, masih menurut Menag, adalah ejawantah dari kesadaran bersama untuk terus menjaga persatuan bangsa dan negara, karena cinta Tanah Air adalah bagian dari nilai keimanan dalam beragama.

Bela Kiai Ma’ruf, Ustadz Arifin Ilham: Ahok Peleceh Ulama tak Pantas Jadi Pemimpin

Hindari Benturan

Pada saat yang sama, Menag juga mengajak umat beragama untuk menahan diri dari tindakan provokatif dan memecah belah. Semua harus bersinergi dalam usaha bersama membangun bangsa. Potensi benturan umat dengan elit negara harus dihindari karena tidak produktif bagi perjalanan negeri.

“Sekarang, saatnya elit dan umat harus bersatu. Elit negara bekerja sesuai mandat yang diamanahkan, tidak khianat, serta bisa menjadi teladan dalam bersikap. Umat memberi dukungan dan kepercayaan sambil terus melakukan pengawasan. Ulama harus dijunjung oleh umara karena ulama adalah pembimbing umat,” ujarnya.

Menurut dia, jika ada persoalan, sebagai umat beragama sudah semestinya mengedepankan sikap saling memaafkan. KH Ma’ruf Amin yang juga Rais Aam PBNU telah memberikan contoh tentang pentingnya sikap saling memaafkan.

Menag: Penafsiran Al Maidah terkait Kasus Ahok Ranah Ulama

“Teladan semacam itulah yang mestinya dikedepankan dan dikembangkan. Dengan demikian, semoga ulama dan umara dapat bersinergi meningkatkan kualitas kehidupan umat dan rakyat,” tandasnya.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Hidayatullah Masjid Al-Aqsha

Ketum Hidayatullah: Tingkatkan Iman dan Imun, Terus Solidkan Gerakan Dakwah

Krisis Air, Jamaah Shalat di Gunung Kidul Kesulitan Wudhu

Krisis Air, Jamaah Shalat di Gunung Kidul Kesulitan Wudhu

DPR Didorong Gunakan Hak Angket, Presiden Diingatkan Sumpah Jabatannya

DPR Didorong Gunakan Hak Angket, Presiden Diingatkan Sumpah Jabatannya

“Kalimat Tauhid Milik Seluruh Umat Islam”

“Kalimat Tauhid Milik Seluruh Umat Islam”

Politisi Diajak Jadikan Standar Moral Agama Panduan Berpolitik

Politisi Diajak Jadikan Standar Moral Agama Panduan Berpolitik

Baca Juga

Berita Lainnya