Selasa, 30 November 2021 / 24 Rabiul Akhir 1443 H

Nasional

Jusuf Kalla: Kebijakan Imigrasi Trump Bangkitkan “Kecurigaan” terhadap Muslim

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Wapres RI Jusuf Kalla di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bisa membangkitkan “kecurigaan” terhadap orang Muslim, demikian kata Wakil Presiden Indonesia Wakil Presiden, Mohammad Jusuf Kalla (JK) hari Selasa.

“Kita tidak tahu mengapa dia (Donald Trump. red) melakukan ini. Ya Indonesia nggak ada masalah, yang malasah mereka juga di sana,” ujar Kalla di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (31/01/2017) dikutip Reuters. Meski demikian,  kebijakan Donald Trump  bisa membangkitkan kecurigaan terutama terhadap orang Muslim,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Larangan Baru Donald Trump Picu Demonstrasi, Sejumlah Orang Shalat di Bandara Amerika

Menurut Jusuf Kalla kebijakan imigrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump merugikan negara itu sendiri. Perintah larangan imigran dari tujuh negara masuk Amerika Serikat justru membahayakan nilai yang dimiliki AS.

Sebelumnya, Jumat, 27 Januari, Presiden Amerika Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang imigran/pengungsi  Muslim dari 7 negara masuk ke Amerika Serikat.

Larangan 90 hari berlaku terhadap rakyat dari Iran, Iraq, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman.

Selamat Datang Presiden Anti Islam!

Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Ini tidak termasuk dalam daftar negara-negara yang rakyatnya dilarang sementara dari memasuki Amerika Serikat.

Sementara itu, dikutip laman Metro TV, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan menjelaskan, perintah eksekutif hanya berlaku untuk beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Perintah ini tak berlaku untuk Indonesia. Warga negara Indonesia tetap diizinkan masuk ke Amerika Serikat.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Komnas HAM Benarkan Adanya Perda Diskriminatif Di Tolikara

Komnas HAM Benarkan Adanya Perda Diskriminatif Di Tolikara

Dirawat di Luar Cirebon, Buya Yahya Imbau Jamaahnya Fokus Berdakwah

Dirawat di Luar Cirebon, Buya Yahya Imbau Jamaahnya Fokus Berdakwah

Maneger Nasution: Jokowi Harus Menata Pembantunya dan Tak Buat Kegaduhan Politik

Maneger Nasution: Jokowi Harus Menata Pembantunya dan Tak Buat Kegaduhan Politik

KAMMI Satgas RUU PKS

Serukan Aksi Selamatkan Moral Bangsa, KAMMI Luncurkan Satgas RUU PKS

Sandi Dorong Pemberdayaaan Ekonomi Umat Lewat Masjid

Sandi Dorong Pemberdayaaan Ekonomi Umat Lewat Masjid

Baca Juga

Berita Lainnya