Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Anggota DPR Berharap Penembakan Pembela Minoritas Rohingya jadi Perhatian Internasional

Puluhan orang mengiringi pemakaman Ko Ni seorang advokat Muslim yang ditebak di Myanmar
Bagikan:

Hidayatullah.com–Penembakan Ko Ni seorang advokat Muslim yang selama ini dikenal rajin membela masyarakat minoritas Rohingya di Bandara Internasional Yangon, Myanmar hari Ahad, 29 Januari kemarin, mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk politisi Indonesia.

“Saya sangat prihatin sekaligus mengecam penembakan kepada saudara Ko Ni, ia baru saja datang ke Indonesia bersama rombongan Menteri Informasi Myanmar, Pe Myint  dan  sempat mengunjungi Ambon untuk mempelajari bagaimana menangani konflik komunal,” demikian disampaikan Sukamta, anggota Komisi I DPR RI dalam rilisnya kepada hidayatullah.com, Selasa (31/01/2017).

Genosida Rohingya dan Matinya Nurani Dunia

Meski mengaku prihatin, Sukamta menyatakan tidak ingin berspekulasi sebelum ada keterangan resmi dari Pemerintah Myanmar atas insiden ini.

“Yang saya dengar pelaku penembakan mantan tentara Myanmar yang telah disersi berpangkat kapten dan berstatus sebagai narapidana. Tentu hal ini cukup aneh mengingat statusnya sebagai narapidana. Kita berharap pemerintah Myanmar dapat secara cepat mengungkap kasus penembakan ini,” kata Sukamta.

Sukamta juga berharap kasus penembakan aktivis hukum pembela minoritas Rohingya ini untuk menjadi perhatian dunia Internasional.

Kementerian Myanmar Tulis Sejarah tanpa Rohingya

Apalagi sudah sejak lama banyak tekanan dialami para aktivis kemanusiaan di negeri tersebut.

“Dalam persoalan pelanggaran HAM dan tragedi kemanusiaan kita perlu memberikan perhatian, saya kira tidak ada niatan kita mencampuri urusan dalam negeri Myanmar. Persoalan kemanusiaan bersifat universal, apalagi ini menyangkut dugaan genosida minoritas Rohingya,” ujarnya.

Komnas HAM Dorong Pemerintah Lindungi Pengungsi Rohingya

Atas kejadian ini, Sukamta yang juga Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS juga berharap pihak Keduataan Besar RI di Myamar juga lebih meningkatkan perhatian dan keamanan warga negara RI di sana, khususnya para relawan kemanusiaan yang terlibat dalam upaya membantu  meringankan derita etnis Rohingya di Myanmar.*

Rep: Ahmad
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

KH Hasyim Muzadi: Jangan Ada Muktamar dan NU Tandingan

KH Hasyim Muzadi: Jangan Ada Muktamar dan NU Tandingan

KOKAM akan Koordinasikan Jutaan Massa Ikut Aksi Bela Islam III

KOKAM akan Koordinasikan Jutaan Massa Ikut Aksi Bela Islam III

Majelis Ulama Indonesia Trending Topic, Ada Apa? Ternyata Terkait Tengku Zulkarnain

Majelis Ulama Indonesia Trending Topic, Ada Apa? Ternyata Terkait Tengku Zulkarnain

DPR Revisi UU Pemberantasan Korupsi, KPK dinilai di Ujung Tanduk

DPR Revisi UU Pemberantasan Korupsi, KPK dinilai di Ujung Tanduk

BMKG: Tsunami Selat Sunda Tidak Dipicu Gempa

BMKG: Tsunami Selat Sunda Tidak Dipicu Gempa

Baca Juga

Berita Lainnya