Rabu, 20 Januari 2021 / 7 Jumadil Akhir 1442 H

Nasional

Aksi Bela Ulama akan Digelar Masyarakat Kalimantan Timur di Samarinda Senin

bilal tadzkir/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Para ulama pengurus GNPF MUI pada Aksi Bela Islam III atau Aksi Bela Ulama di Monas, Jakarta, Jumat (02/12/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menyikapi kondisi bangsa Indonesia belakangan ini, masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) akan menggelar Aksi Bela Ulama di Samarinda, Ibu Kota Kaltim, Senin (30/01/2017).

Informasi yang dihimpun hidayatullah.com, aksi tersebut akan mulai digelar sekitar pukul 09.00 WITA, dengan titik kumpul di kantor Gubernur Kaltim tepatnya di Tugu Pesut.

Umat Islam Madura akan Gelar Aksi Bela Ulama

Adapun agenda kegiatan pada aksi ini antara lain pengajian, pembacaan al-Qur’an, berdoa, serta penyampaian dan penulisan dukungan atas ulama dan ormas pimpinan Habib Rizieq Shihab, Front Pembela Islam (FPI).

Aksi damai itu di bawah koordinasi Aliansi Masyarakat Bhinneka Tunggal Ika dan Umat Islam Kaltim.

Ormas BBC Siap Bela Ulama dan Islam

“Gabungan ormas, ormas kedaerahan, majelis taklim, lembaga kemahasiswaan. (Diikuti) minimal lebih 500 (massa),” ujar Fathurrahman, salah seorang aktivis pergerakan Kaltim di Samarinda, kepada media ini, Ahad (29/01/2017).

“Ajaklah semua keluarga, tetangga yang Muslim untuk sama-sama turun membela ulama esok hari (Senin),” seru salah seorang warga Kaltim lainnya.

Nurul Fahmi: Bela Ulama Jalan Terus, Itu Kewajiban!

Dukung FPI

Sementara itu, Aliansi Kerukunan Umat untuk NKRI Kalimantan Timur (AKU Kaltim) yang juga bagian dari rencana aksi itu, menyatakan, FPI merupakan bagian dari bangsa Indonesia dan umat Islam.

“Oleh karenanya FPI tidak dapat dibubarkan karena telah dilindungi UUD 1945 Pasal 28,” bunyi pernyataan AKU Kaltim di Samarinda, Ahad ini.

Aliansi Kerukunan Umat Kaltim: FPI Bagian dari Islam dan Indonesia

Pernyataan itu menyikapi sekelompok orang mengatasnamakan masyarakat setempat yang berunjuk rasa menolak FPI, di Samarinda, Rabu (25/01/2017).

Aliansi tersebut juga menyatakan dukungannya atas ulama, Majelis Ulama Indonesia, serta fatwa MUI.

Unjuk rasa penolakan itu ditengarai menyebabkan suasana tidak kondusif sempat terjadi di Samarinda. Bahkan sempat tersebar isu penyerangan terhadap markas DPW FPI Kaltim.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Metode Lebih Penting dari Kurikulum, Tapi Guru Jauh Lebih Penting dari Metode

Metode Lebih Penting dari Kurikulum, Tapi Guru Jauh Lebih Penting dari Metode

Gawat, 4,7 Persen Pelajar Pengguna Narkoba

Gawat, 4,7 Persen Pelajar Pengguna Narkoba

Raih ISO 9001: 2008, Masjid Al-Ikhlash Jatipadang Rasakan Manfaatnya

Raih ISO 9001: 2008, Masjid Al-Ikhlash Jatipadang Rasakan Manfaatnya

“Bulan Sabit Terbit di Atas Pohon Beringin”, Buku Tentang Muhammadiyah Diluncurkan

“Bulan Sabit Terbit di Atas Pohon Beringin”, Buku Tentang Muhammadiyah Diluncurkan

MUI NTB Usulkan Ahmadiyah Dibekukan

MUI NTB Usulkan Ahmadiyah Dibekukan

Baca Juga

Berita Lainnya