Senin, 25 Oktober 2021 / 18 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Ini Penyebab Hoax Tetap Marak

[Ilustrasi] Hoax atau berita bohong.
Bagikan:

Hidayatullah.com – Direktur Remotivi, Muhamad Heychael mengungkapkan, setidaknya ada tiga hal mengapa hoax masih saja merebak massif.

Pertama, kata dia, adanya faktor alogaritma media sosial. Alih-alih media sosial membuka ruang diskusi, nyatanya justru mengunci kepada entitas yang sama.

Heychael menjelaskan, kalau seseorang sering membuka konten tertentu, maka suggestion atau saran konten yang diarahkan media sosial akan mengacu pada konten sejenis.

Barcode Media Dinilai Bukan Solusi Tangkal Hoax

“Itu membuat kita di sosial media dalam lingkup konten yang kurang lebih sama,” ujarnya dalam diskusi bertema ‘Barcode Media, Bredel Gaya Baru?’ di Kantor YLBHI, Jakarta, Kamis (26/01/2017).

Sehingga, terangnya, pandangan seseorang akan dibentuk dengan alogaritma lingkup sosial medianya.

“Jadi tidak ada lagi internet sebagai ruang publik yang mensyaratkan dialog atau diskusi antar dua orang yang berbeda pandang,” jelasnya.

Faktor selanjutnya, sambung Heychael, adanya efek plasebo yang membuat seseorang cenderung percaya hanya dengan apa yang ingin dia percaya.

Penyebar ‘Hoax Kapolri’ Ditangkap Bareskrim, Bagaimana dengan Ahok?

“Artinya meski dikasih tahu kaidah jurnalistik, tidak akan hilang hoax. Karena ini bukan persoalan rasional tapi believe,” ungkapnya.

Terakhir, menurut Heychael, terkait prespektif psikologis persepsi seseorang atas expertise dan trustworthiness. Atau daya kritis terhadap konten dan media yang dibaca.

Expertise yakni tentang medianya, sudah berapa lama, narasumbernya kredibel atau tidak. Sedangkan trustworthiness yakni media ini punya sejarah bagus tidak, terpercaya atau tidak,” paparnya.

Akan tetapi, kata dia, yang berkembang dalam masyarakat saat ini cenderung tidak memperdulikan soal aspek expertise dan trustworthiness tersebut.

“Yang penting adalah apa yang dipresepsi masyarakat,” tandasnya menutup.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

KISPA Luncurkan Program Wakaf Qur’an Masjid Al Aqsa

KISPA Luncurkan Program Wakaf Qur’an Masjid Al Aqsa

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1439H Jatuh Pada Kamis, 17 Mei 2018

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1439H Jatuh Pada Kamis, 17 Mei 2018

MUI: Umat Islam Harus Bersatu Dalam Politik Meskipun Berbeda Mahdzab

MUI: Umat Islam Harus Bersatu Dalam Politik Meskipun Berbeda Mahdzab

Menkes Ungkap WNI Terjangkit Virus Corona Saat Berdansa, Ini Kronologinya

Menkes Ungkap WNI Terjangkit Virus Corona Saat Berdansa, Ini Kronologinya

Staf Presiden SBY Bantah Berita Penjualan Gunung Ciremai Rp 60 Triliun

Staf Presiden SBY Bantah Berita Penjualan Gunung Ciremai Rp 60 Triliun

Baca Juga

Berita Lainnya