Selasa, 21 September 2021 / 13 Safar 1443 H

Nasional

Waspadai Isu Penyerangan, Markas FPI Ramai-ramai Dijaga Warga Samarinda

CHRISTOPER DESMAWANGGA/Tribun Kaltim
Markas Sekretariat FPI Kaltim di Samarinda ramai-ramai dijaga warga mewaspadai isu penyerangan, Rabu (25/01/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Beredar isu, markas Front Pembela Islam (FPI) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), akan diserang oleh sekelompok orang, Rabu (25/01/2017).

Mewaspadai isu yang menyebar di media sosial itu, masyarakat Samarinda dari berbagai kalangan dikabarkan berbondong-bondong melakukan tindakan antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Informasi yang dihimpun hidayatullah.com, sejak sekitar Rabu siang, massa dengan berbagai atribut kedaerahan dan keormasan di Ibu Kota Kaltim itu melakukan penjagaan markas FPI di bilangan Jalan Gerilya.

Mereka bermaksud mengantisipasi isu bahwa Sekretariat DPW FPI Kaltim tersebut akan diserang. Masyarakat berharap Samarinda dan Kaltim tetap tenang. Aparat keamanan juga telah melakukan tindakan antisipasi.

Sejumlah Anggota FPI Diserang Anggota Ormas Seusai Kawal Pemeriksaan Habib Rizieq

“Ada isu penyerangan ke markas FPI dari kubu yang menolak FPI, akhirnya masyarakat bersama yang lain melindungi FPI,” ujar salah seorang warga Kaltim yang namanya dirahasiakan kepada hidayatullah.com Jakarta, Rabu malam.

“FPI didukung dari masyarakat setempat dan Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, Dayak, dan banyak OKP lainnya,” lanjut pria yang juga salah satu aktivis di Samarinda ini.

Sebelumnya, dikabarkan berlangsung unjuk rasa sekelompok orang di depan kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, yang menyampaikan penolakan FPI, Rabu siang.

Isu yang sempat berkembang, massa aksi tersebut disebut-sebut akan melakukan penyerangan terhadap markas FPI.

Wawali Kota Balikpapan: FPI dan GNPF MUI Berhak Bersyarikat

Samarinda Tetap Kondusif

Sementara, situasi Samarinda yang kabarnya sempat mencekam kembali kondusif. Pihak kepolisian menyatakan Samarinda tetap aman.

Sekitar pukul 16.50 WITA, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Eriadi, mendatangi lokasi berkumpulnya masyarakat yang menjaga markas FPI, media setempat melaporkan. Kapolres langsung mengajak pimpinan ormas untuk berdiskusi terkait situasi itu.

Pihak kepolisian menyatakan tidak ada penyerangan tersebut, tidak terjadi bentrokan apapun, dan massa telah membubarkan diri.

Sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat lainnya belum angkat bicara soal itu saat dihubungi media ini, Rabu malam.

Habib Rizieq: FPI Bubar, Ganti ”Front Perdamaian Islam”

Netizen Dukung FPI

Sedangkan, masyarakat pengguna internet (netizen) menyatakan dukungannya kepada FPI. Netizen pun mengimbau berbagai pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif Samarinda, Kaltim, dan Indonesia umumnya.

“Semoga saudaraku di sana aman damai selalu. Ingatlah kita sedang diadu domba. Allahu Akbar,” tulis netizen dengan akun Ajiman Muzdalifah di media sosial Facebook menyikapi isu itu.

Anggota organisasi masyarakat mendukung FPI berfoto di depan kantor Gubernur Kaltim di Samarinda, tampak pada foto yang menyebar di media sosial.

Anggota organisasi masyarakat mendukung FPI berfoto di depan kantor Gubernur Kaltim di Samarinda, tampak pada foto yang menyebar di media sosial.

Netizen dengan akun HAMBA ALLAH ‏@Taufan_40 menyinggung provokator di balik isu tersebut.

“Ga mungkin ada asap klo ga ada api. Bertahun tahun laskar FPI di Samarinda damai” aj dngan suku dayak. Cari provokator nya.Gajauh si anu!,” tulisnya di Twitter, Rabu.

Sanjung Habib Rizieq, KH Arifin Ilham: Dakwah FPI Termulia

Pengguna medsos dengan nama Raffa Disa, yang mengaku tinggal di Samarinda, pada Rabu, mengunggah sejumlah foto yang menampakkan kerumunan massa dan aparat Polisi/TNI tampak berjaga-jaga di sekitar sebuah bangunan bertingkat.

“Kantor FPI Samarinda yang kami jaga dan diamankan…,” tulisnya sebagai keterangan 13 foto yang diunggahnya, sekitar 5 jam sebelum berita ini naik tayang. Kaltim selama ini dikenal sebagai wilayah yang tenang dan damai.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Wagub Jatim: Mari Membumikan Ekonomi Syariah

Wagub Jatim: Mari Membumikan Ekonomi Syariah

Abdullah Hadrami: Tak Ada Istilah Islam Dalam dan Luar Negeri

Abdullah Hadrami: Tak Ada Istilah Islam Dalam dan Luar Negeri

Ketua MUI Soroti Tema Lomba BPIP, Sebut Lembaga Negara Kehilangan Arah

Ketua MUI Soroti Tema Lomba BPIP, Sebut Lembaga Negara Kehilangan Arah

Komisi Fatwa MUI: Vaksin Sinovac Suci dan Halal, Boleh Digunakan Muslim Sepanjang Terjamin Keamanannya Menurut Ahli

Komisi Fatwa MUI: Vaksin Sinovac Suci dan Halal, Boleh Digunakan Muslim Sepanjang Terjamin Keamanannya Menurut Ahli

Fahmi Idris: Soal PKI, Mari Contoh Para Pemimpin Masyumi

Fahmi Idris: Soal PKI, Mari Contoh Para Pemimpin Masyumi

Baca Juga

Berita Lainnya