Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Polemik tentang Bendera Merah Putih, Kepolisian Dinilai Tebang Pilih

IST.
Bendera Merah Putih yang digambari logo Grup Band Metallica.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Sekjen SNH Advocacy Center Harry Kurniwawan menilai, respon Polres Jakarta Selatan terlalu berlebihan terhadap seorang peserta aksi pendukung Habib Rizieq Shihab yang diduga membubuhkan tanda pada bendera Merah Putih.

Menurut Harry, panggilan akrabnya, polisi terlalu jauh mengurusi hal yang remeh temeh dan masih banyak perdebatan.

[Foto] Massa Jokowi-JK ‘Robek’ Bendera Indonesia?

“Masih banyak kerja-kerja kepolisian yang lebih besar dibanding mengurusi hal yang remeh temeh,” kata Harry dalam siaran persnya kepada hidayatullah.com Jakarta, belum lama ini.

Persoalan bendera, kata Harry, telah ada aturan yang mengatur, yakni Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

“Jadi di Undang-Undang itu, dijelaskan apa yang dimaksud bendera, dimana dan kapan bendera itu dipasang, dan ada ukuran tertentu untuk di lapangan, di ruangan, di mobil kenegaraan, kapal dan sebagainya masing-masing berbeda,” jelas Harry yang juga sebagai advokat.

Penggusuran Bukit Duri, Petugas Sempat Jatuhkan Bendera Merah Putih

“Kalau tidak sesuai dengan ukuran tersebut, maka tidak bisa itu dianggap sebagai bendera, hanya sebatas kain merah putih,” sambung Harry.

Harry mencontohkan, banyak kain merah putih yang dibubuhkan tulisan, logo, gambar dan lainnya, salah satunya grup band Metallica yang membubuhkan logo nama bandnya di kain merah putih.

Pakar: Pengibaran Merah-Putih di Konser Metallica Pelecehan

Pemandangan Terbalik

Ia melihat ada tebang pilih dalam penegakan hukum terhadap masyarakat yang menyuarakan keadilan, tapi seolah membiarkan pelanggar hukum.

Jadi ada pemandangan terbalik, kata Harry. Sudah banyak logo dan simbol yang jelas-jelas melanggar Undang-Undang tapi tidak ada sikap dari pemerintah.

Misteri Pria Berbaju PKI

Justru sebaliknya, ungkap dia, aparat pemerintah sibuk menangkapi anak bangsa yang ingin memperjuangkan tegaknya hukum di Indonesia dan ditindaklanjuti persoalan hukumnya.

“Pemerintah gagal paham atas permasalahan yang terjadi. Logo dan simbol palu arit yang jelas-jelas bertentangan dengan aturan dibiarkan, yang mendukung tegaknya kesatuan Indonesia justru diobok-obok,” tandasnya.

Seorang pria mengenakan baju berlogo PKI pada sebuah tempat dan waktu yang belum diketahui di wilayah NKRI, awal 2016 lalu. Foto memviral di media sosial.

Seorang pria mengenakan baju berlogo PKI pada sebuah tempat dan waktu yang belum diketahui di wilayah NKRI, awal 2016 lalu. Foto memviral di media sosial.

Diketahui, kepolisian menangkap seorang laki-laki yang diduga sebagai pembawa bendera Merah Putih bertulisan kalimat tauhid Laa Ilaha Illallah, saat unjuk rasa FPI di depan Mabes Polri, Senin lalu. Pria berinisial NF itu ditangkap Kamis, 19 Januari 2017, malam di Pasar Minggu.*

Rep: Achmad Fazeri
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Utamakan Kemaslahatan Rakyat dalam Pengelolaan BPJS

Utamakan Kemaslahatan Rakyat dalam Pengelolaan BPJS

FPI Jawa Timur Menerima Keluhan Masyarakat Soal Maraknya Prostitusi

FPI Jawa Timur Menerima Keluhan Masyarakat Soal Maraknya Prostitusi

INSISTS Berencana Bangun Kampus

INSISTS Berencana Bangun Kampus

Pengamat Amerika Kritik dan Puji Pemerintah Indonesia soal Hoax

Pengamat Amerika Kritik dan Puji Pemerintah Indonesia soal Hoax

“Tamparan” di Saat Hari Kemerdekaan

“Tamparan” di Saat Hari Kemerdekaan

Baca Juga

Berita Lainnya