Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Muhammadiyah: Pidato Megawati Ahistoris dan Berbahaya bagi NKRI

Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fahmi Salim Zubair
Bagikan:

Hidayatullah.com–Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fahmi Salim Zubair, MA mengkritisi pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat perayaan HUT partai berlambang banteng yang ke-44 tersebut, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sebagai mantan presiden RI ke-5 dan cucu konsul Muhammadiyah Bengkulu pidatonya yang mempertentangkan Islam dan Pancasila, sangatlah gegabah, ahistoris, dan berbahaya bagi masa depan NKRI.

“Gegabah karena belum pernah ada presiden ataupun mantan presiden RI yang berani menyatakan pertentangan itu yang berpotensi memecah belah bangsa Indonesia,” ujar Fahmi dalam pengajian akbar di PD Muhammdiyah Tegal, Ahad (15/01/2017) lalu.

Pancasila, Antara Ideologi ‘Terbuka’ dan ‘Tertutup’

Ahistoris, terangnya, karena gagal fokus membaca perkembangan evolusi konsep Pancasila mulai 1 Juni, 22 Juni, 18 Augustus 1945 hingga dekrit presiden 5 Juli 1959.

Sedangkan berbahaya bagi masa depan NKRI, sambungnya, karena dalam kondisi normal saja umat Islam menerima Pancasila masih ada beberapa elemen umat yang tidak puas dan kecewa dengan dihapusnya 7 kata dari piagam Jakarta.

“Apatah lagi dengan mempertentangkan Islam dengan Pancasila pasti akan menyebabkan eskalasi radikalisasi umat Islam sehingga kontra produktif bagi pembangunan dan persatuan bangsa,” jelasnya.

Aroma Mitos dalam Pidato Megawati [1]

Alumni Al Azhar Mesir ini mengungkapkan, salah satu bagian pidato Megawati juga dinilai menyebarkan ujaran kebencian, dengan menyindir Islam sebagai ideologi tertutup dan ulama pemuka agama memerankan diri sebagai peramal masa depan.

“Serta cenderung menyalah pahami beriman kepada hari akhirat,” tambah Fahmi menutup.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Pemerintah Akui Proses Evakuasi di Petobo Cukup Sulit

Pemerintah Akui Proses Evakuasi di Petobo Cukup Sulit

Tak Merasa Dirugikan Bantu GNPF, Perhimpunan Donatur Dirikan Aliansi Muhsinin Bela Ulama

Tak Merasa Dirugikan Bantu GNPF, Perhimpunan Donatur Dirikan Aliansi Muhsinin Bela Ulama

Ibunda UAS Berpulang, Banjir Ucapan Belasungkawa

Ibunda UAS Berpulang, Banjir Ucapan Belasungkawa

Akan Terbit Kepmen Hindari Pelecehan Seks di Tempat Kerja

Akan Terbit Kepmen Hindari Pelecehan Seks di Tempat Kerja

Kemenkominfo Sudah Blokir 780.000 Situs Porno

Kemenkominfo Sudah Blokir 780.000 Situs Porno

Baca Juga

Berita Lainnya