Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Nasional

Pasca Banjir Bima, Ribuan Masker Disebar dan Ribuan Anak Jalani Trauma Healing

Ali Muhtadin/hidayatullah.com
Ribuan anak Bima korban banjir bandang jalani trauma healing oleh BMH dan IDN di Bima, Jumat-Sabtu (13-14/01/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Banjir bandang yang melanda hampir seluruh kelurahan di 5 Kecamatan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhir 2016 lalu, menyisakan banyak sampah berserakan.

Meski secara umum sudah dilakukan upaya pembersihan, besarnya banjir menyisakan tumpukan endapan lumpur, yang menghasilkan debu-debu di jalan-jalan bertebaran.

Karena itu, sejumlah relawan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) membagi-bagikan masker kepada pengguna jalan di sekitar simpang empat Jl Soekarno-Hatta, Jumat (13/01/2017) pagi lalu.

Sebanyak 1.250 masker dibagikan kepada masyarakat Bima yang melintas di area pembagian.

Selain Materi, Korban Banjir Bima Juga Butuh Bantuan Moril

“Kondisi Kota Bima, selain sisa luapan lumpur yang masih menjadi ‘pemandangan’, kondisi udara juga memperparah sirkulasi pernapasan sebagian besar warga Kota Bima,” ujar koordinator aksi tersebut, Hamim, yang juga Kadiv Operasi Tim SAR Hidayatullah Nasional Pusat.

Aksi tersebut digelar juga untuk membantu masyarakat menjaga kesehatannya, khususnya bagi yang beraktivitas di luar ruangan.

Sekolah di Bima Rusak Parah karena Banjir, Bantuan Pendidikan Sangat Diperlukan

Pembagian masker bagi warga Kota Bima oleh BMH dan SAR Hidayatullah. [Foto: Ali Muhtadin]

Pembagian masker bagi warga Kota Bima oleh BMH dan SAR Hidayatullah. [Foto: Ali Muhtadin]

Trauma Healing Bersama IDN

Selain itu, lembaga amil zakat nasional BMH juga memberikan bantuan berupa terapi trauma healing alias penyembuhan trauma terhadap korban banjir Bima.

Menggandeng Istana Dongeng Nusantara (IDN) Solo, terapi tersebut disasarkan kepada anak-anak sekolah dasar dan madrasah serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

Warga: Banjir Bandang Akhir 2016 Terdahsyat di Bima

Salah satu anggota IDN, Sidik Nuryanto, mengungkapkan, terapi itu bertujuan mendeteksi gangguan anak-anak sejak dini.

“Anak-anak pasca bencana harus mendapatkan terapi terutama tentang penanganan trauma healing ini, ” jelas Sidiq ditirukan relawan laznas itu, Yusron, di Salama, Kelurahan Nae, Rasane Barat, Kota Bima, Sabtu (14/01/2017) ditemui hidayatullah.com.

Ichsan, orangtua dari salah satu peserta terapi, mengaku terhibur dengan penyampaian yang mudah diingat oleh anaknya pada terapi itu.

IHR bersama BMH Berikan Bantuan pada Korban Banjir di Bima

“Alhamdulillah, anak-anak sangat senang sekali dan terhibur karena cara penyampaiannya sangat menarik dan mudah diingat anak. Bahkan anak kami yang di play group bisa menceritakan kembali kepada kami di rumah,” ungkapnya.

Terapi tersebut berlangsung selama dua hari berturut-turut, Jumat-Sabtu (12-13/01/2017). Sekitar 1.500 anak di berbagai sekolahan mendapatkan terapi yang diasuh oleh Sidik Nuryanto ditemani Hamim.* Ali Muhtadin

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Diterbangkan ke Mesir, Para Santri Askar Kauny Penerima Beasiswa

Diterbangkan ke Mesir, Para Santri Askar Kauny Penerima Beasiswa

Indonesia Banyak Musibah, Mendagri dan Adik Ahok Minta Tak Ada Pesta Tahun Baru

Indonesia Banyak Musibah, Mendagri dan Adik Ahok Minta Tak Ada Pesta Tahun Baru

Pasbar Wajibkan Sertifikat Baca al-Quran

Pasbar Wajibkan Sertifikat Baca al-Quran

Parmusi Rekomendasikan Mr. Roem jadi Pahlawan Nasional

Parmusi Rekomendasikan Mr. Roem jadi Pahlawan Nasional

Wamenag: Tak Ada Sanksi Majelis Taklim yang Enggan Mendaftar

Wamenag: Tak Ada Sanksi Majelis Taklim yang Enggan Mendaftar

Baca Juga

Berita Lainnya