Jum'at, 22 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Shalat Shubuh Berjamaah 7117 di Kupang tetap Digelar

Diperkirakan 25 ribu jamaah shalat Subuh di Masjid Pusdai Bandung. Jamaah sudah datang sejak jam 10 malam
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kegiatan Shalat Shubuh Berjamaah di Masjid Nurul Iman, Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (07/01/2017) besok lusa tetap digelar meskipun tanpa kegiatan tabligh akbar.

“Bahwa ajakan shalat shubuh berjamaah yang diarahkan panitia setempat tidak terkait dengan isu-isu nasional Indonesia,” jelas Steering Committee Panitia Shubuh Berjamaah dan Tabligh Akbar, Muhammad Ramli, melalui klarifikasi tertulisnya diterima hidayatullah.com, Kamis (05/01/2017).

Kegiatan yang dalam poster panitia disebut #GerakanShubuh7117 itu, jelasnya, murni sebagai ajakan kepada umat Islam untuk bersemangat mendekatkan diri kepada Allah.

Adapun rencana tabligh akbar itu, jelas Ramli, dimaksudkan untuk menambah wawasan Keislaman umat khususnya di Kupang.

Panitia menjelaskan, Kegiatan Shalat Shubuh Berjamaah di Kupang itu murni kegiatan keagamaan.

“(Sebagai) kejut terapis kepada umat Islam agar meningkatkan ibadahnya, terutama shalat shubuh berjamaah yang memiliki keberkahan yang luar biasa/dalam hal ini motivasi ibadah,” jelas Ramli.

Meningkatan Kesadaran Toleransi

Selain itu, ungkap panitia, kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kesadaran umat tentang toleransi dan kesatuan NKRI.

“Karena toleransi dan NKRI adalah keniscayaan bagi kita, dan itu harga mati,” tegas Ramli.

“Shalat Shubuh Berjamaah dan Tabligh Akbar yang dalam koordinasi Panitia Bersama akan diselenggarakan pada hari Sabtu (07/01/2017) dibatalkan karena sesuatu dan lain hal,” lanjutnya.

Meski dibatalkan, tabligh akbar tersebut, kata dia, sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT.

Namun, ia menekankan, Kegiatan Shalat Shubuh Berjamaah dalam konteks keyakinan yang dianut umat Islam dan kaum Muslimin tidak dibatalkan panitia.

“Sebab hal ini kewajiban agama Islam dan dilindungi Pancasila serta undang-undang,” jelasnya.

Humas Panitia Usman mengatakan, pada kegiatan tersebut akan digelar penggalangan dana untuk korban banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Meskipun nanti tanpa tabligh akbar, ia mengajak umat Islam di Kupang khususnya untuk tetap mengikuti shalat shubuh berjamaah.

“Bagi kaum Muslimin agar tetap mengajak saudara yang lain memakmurkan masjid-masjid terdekat,” imbaunya.*/AW

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Sekum Muhammadiyah Minta Perpres Investasi Miras Direvisi: Pertimbangkan Dampak Kesehatan, Sosial, dan Moral Bangsa

Sekum Muhammadiyah Minta Perpres Investasi Miras Direvisi: Pertimbangkan Dampak Kesehatan, Sosial, dan Moral Bangsa

16 LSM dan Fraksi PAN Bahas RUU Pornografi

16 LSM dan Fraksi PAN Bahas RUU Pornografi

Resmi Keputusan Pemerintah: Sekolah Tak Boleh Mewajibkan atau Melarang Seragam dan Atribut Kekhususan Agama

Resmi Keputusan Pemerintah: Sekolah Tak Boleh Mewajibkan atau Melarang Seragam dan Atribut Kekhususan Agama

MUI Minta Pemerintah Konsisten dan Konsekuen Terapkan PSBB

MUI Minta Pemerintah Konsisten dan Konsekuen Terapkan PSBB

Pemkot Palembang Gagas Pembangunan 70 Perpustakaan Masjid

Pemkot Palembang Gagas Pembangunan 70 Perpustakaan Masjid

Baca Juga

Berita Lainnya