Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Majelis Hakim Disebut tak Izinkan Saksi Paparkan Bukti-bukti Ahok Nistakan Agama

Irwan Rismawan/POOL/ANTARA FOTO
Majelis Hakim pada sidang keempat kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jaksel, Selasa (03/01/2017).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Unsur ketidaksengajaan ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai terdakwa kasus penistaan agama telah terbantahkan.

Hal itu disampaikan Habib Novel Chaidir Hasan seusai diperiksa sebagai salah satu saksi pihak pelapor kasus itu di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (03/01/2017) siang.

Tak Sentuh Subtansi Masalah, Sidang Ahok Dianggap Drama

“(Alasan itu) sudah terbantahkan dengan data-data apa yang saya sampaikan. Jadi e-book tersebut, halaman 40 paragraf kesatu, kedua, ketiga, itu sudah menyerang al-Maidah,” ungkapnya menyebut e-book karya Ahok saat ditemui hidayatullah.com dan wartawan lain.

Novel mengaku, dalam persidangan keempat kasus Ahok itu, ia menyampaikan hendak memaparkan bukti-bukti bahwa Ahok sudah lama menyerang agama Islam.

Meskipun Ahok dan penasihat hukumnya bersedia Novel menyebutkan bukti-bukti itu, namun hakim memutuskan untuk tidak dibacakan, ungkapnya.

Demi Keadilan Hukum, Saksi Ajukan Surat Penahanan Ahok kepada Majelis Hakim

“Saya tantang tadi, saya akan jabarkan jabatan Ahok dari tahun 2012. Ketika menjadi calon wakil gubernur,  itu sudah menyerang Islam,” imbuhnya.

Dinilai Sudah Berulang-ulang

Selain itu, Novel menyebut perbuatan penistaan agama oleh Ahok dilakukan berulang-ulang.

“Saya bilang tidak perlu dinasihati. Kalau Ahok itu mengucapkan sekali, maka saya perlu nasihati. Tapi ini berkali-kali,” pungkasnya.

Agenda Sidang Keempat Ahok Pemeriksaan Saksi, Wartawan Dilarang Masuk

Untuk diketahui, informasi terbaru pada Selasa siang, dari 6 saksi pelapor yang akan diperiksa, setidaknya telah hadir 3 saksi pada siang itu, yaitu Novel, Gus Joy Setiawan, dan Syamsu Hilal.* Ali Muhtadin

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ustadz Somad: Di Bawah Kekuasaan Islam, Palestina Lindungi Agama Lain

Ustadz Somad: Di Bawah Kekuasaan Islam, Palestina Lindungi Agama Lain

KAMMI Menilai Pembubaran FPI Mencerminkan Wajah Otoriter Pemerintah

KAMMI Menilai Pembubaran FPI Mencerminkan Wajah Otoriter Pemerintah

DPR Usulkan RUU Anti-Penyimpangan Perilaku Seksual

DPR Usulkan RUU Anti-Penyimpangan Perilaku Seksual

Dahnil: Kalahkan Malas Bangun Subuh ke Masjid

Dahnil: Kalahkan Malas Bangun Subuh ke Masjid

DPR: Menaikkan Harga LPG 3 Kg Berpotensi Langgar Undang-Undang

DPR: Menaikkan Harga LPG 3 Kg Berpotensi Langgar Undang-Undang

Baca Juga

Berita Lainnya