Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Revisi UU Penyiaran Dinilai Sarat Kepentingan Pemodal

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Gedung MPR/DPR/DPD RI di Senayan, Jakarta.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP) menilai Revisi UU Penyiaran yang kini sedang dirancang oleh Komisi I DPR cenderung tidak berpihak pada publik, dan lebih banyak mengutamakan kepentingan pemodal.

Anggota KNRP, Ignatius Haryanto mengatakan, isi draf Revisi UU Penyiaran saat ini mencerminkan langkah mundur serius dari UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang disahkan tepat 14 tahun lalu (28/12/2002).

PP Muhammadiyah: Uji Publik Izin Penyelenggaraan Penyiaran Momentum Koreksi Siaran Televisi

“Terdapat kesan sangat kuat bahwa DPR dengan sengaja mengubah sejumlah pasal dalam UU Penyiaran 2002 untuk kepentingan stasiun-stasiun televisi terbesar,” ujarnya dalam keterangan yang diterima hidayatullah.com di Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Hal itu, kata dia, terlihat dengan terabaikannya kepentingan publik, kepentingan sistem stasiun berjaringan, Lembaga Penyiaran Komunitas, Lembaga Penyiaran Publik, dan mengabaikan prinsip kebebasan pers.

“Kita juga menduga ada kesengajaan bahwa pembahasan RUU Penyiaran sejauh ini dilaksanakan secara tertutup dengan tidak melibatkan masyarakat sipil,” ungkapnya.

Lembaga Penyiaran Diminta Patuhi KPI Soal Larangan Konten Pria Gaya Wanita

Kepemilikan Stasiun TV tidak Diatur

Anggota Dewan Penasehat Remotivi ini menambahkan, beberapa hal yang menjadi catatan KNRP terhadap RUU Penyiaran tersebut, di antaranya, soal kepemilikan yang sama sekali tidak diatur dalam draf RUU.

Dengan tidak adanya aturan soal kepemilikan, menurut Ignatius, maka gejala penguasaan kepemilikan banyak stasiun televisi dan radio di satu tangan akan semakin menguat.

Hajriyanto Y. Tohari : Bahaya Jika Televisi Dimiliki Perorangan

“Padahal UU Penyiaran tahun 2002 memuat aturan pembatasan kepemilikan media penyiaran,” pungkasnya.*

Rep: Yahya G Nasrullah
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Pengusaha Produk Halal Malaysia Sangat Minati Indonesia

Pengusaha Produk Halal Malaysia Sangat Minati Indonesia

Tahun Ini Flynas Berangkatkan 1.000 Jemaah Haji Khusus Asal Indonesia

Tahun Ini Flynas Berangkatkan 1.000 Jemaah Haji Khusus Asal Indonesia

Pendidikan Yang Benar Harus Lahirkan Orang Yang Baik dan Berakhlak

Pendidikan Yang Benar Harus Lahirkan Orang Yang Baik dan Berakhlak

Tegarnya Ibu Bandiah Menghadapi Wabah

Tegarnya Ibu Bandiah Menghadapi Wabah

Tokoh Islam dan Habaib Probolinggo Bela FPI

Tokoh Islam dan Habaib Probolinggo Bela FPI

Baca Juga

Berita Lainnya