Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Menag: Fatwa MUI soal Haram Pakai Atribut Non-Muslim Bentuk Toleransi

yahya g nasrullah/hidayatullah.com
Menag Lukman Hakim Saifuddin.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, fatwa MUI soal haramnya Muslim menggunakan atribut non-Islam merupakan bentuk toleransi umat beragama tanpa meleburkan diri dengan keyakinan agama lain.

“Jadi semangatnya adalah toleransi itu tidak harus ditunjukkan dengan cara masing-masing pihak meleburkan diri,” ujar Menag Lukman di Jakarta, Jumat (16/12/2016) dikutip Antara.

Pemkot Bandung Larang Pemilik Usaha Paksa Karyawan Muslim Gunakan Atribut Sintrerklas

Menag mengatakan, fatwa MUI itu agar dipatuhi umat Islam tanpa harus mengurangi rasa hormat pada lingkungan sekitar dan rasa menghargai keyakinan agama lain.

“Semangat itulah menurut saya harus kita tangkap,” ujarnya.

Menag mengatakan, prinsip dari fatwa tersebut adalah toleransi, saling menghargai dan menghormati keyakinan serta kepercayaan agama lain.

“Tidak harus masing-masing dari kita menggunakan atribut keagamaan yang bukan dari keyakinan kita,” ujarnya.

Menag: Muslim Tak Usah Dituntut Gunakan Topi Sinterklas Hormati Hari Natal

Menag pun berharap seluruh umat beragama di Indonesia untuk menghargai dan menghormati hari raya umat beragama termasuk Hari Natal.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Komisi Fatwa MUI Pusat mengeluarkan fatwa terbaru terkait penggunakan atribut keagamaan non-Muslim bagi pemeluk Islam.

MUI Keluarkan Fatwa Haram Penggunaan Atribut Non Muslim

Dalam fatwanya, MUI mengatakan; menggunakan, mengajak dan memerintah penggunaan atribut agama lain (selain Islam) adalah haram.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Inilah Profil Abu Bakar Chang, Seniman Kaligrafi Tiongkok yang Pamerkan Karya di Jakarta

Inilah Profil Abu Bakar Chang, Seniman Kaligrafi Tiongkok yang Pamerkan Karya di Jakarta

Wali Kota Balikpapan Tegaskan, Tak Ada Tempat untuk Pesta LGBT

Wali Kota Balikpapan Tegaskan, Tak Ada Tempat untuk Pesta LGBT

Ketua RT: Kami Menolak GKI Yasmin

Ketua RT: Kami Menolak GKI Yasmin

Perusuh sudah Diproses, Aparat Tak Tolerir adanya Prostitusi di Lokalisasi Dolly

Perusuh sudah Diproses, Aparat Tak Tolerir adanya Prostitusi di Lokalisasi Dolly

Film “Kau adalah Aku yang Lain”, Pemuda Muhammadiyah: Literasi Toleransi Kepolisian Rendah Sekali

Film “Kau adalah Aku yang Lain”, Pemuda Muhammadiyah: Literasi Toleransi Kepolisian Rendah Sekali

Baca Juga

Berita Lainnya