Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ini Alasan Pentingnya Mengistiqamahkan Shalat Shubuh Berjamaah

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Ratusan ribu jamaah mengikuti shalat subuh berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, sampai meluber ke selasar ruang shalat utama. Mereka para peserta Aksi Damai Bela Islam II, Jumat (04/11/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Gerakan Shalat Shubuh Berjamaah diharapkan terus diistiqamahkan oleh umat Islam. Ada beberapa tujuan penting dari gerakan yang mulai digelar serentak di berbagai daerah se-Indonesia, kemarin.

“Yang pertama, tentu untuk terus menjaga spirit 212. Bahwa semangat 212 ini tidak hanya sebatas artificial, unjuk rasa, banyak-banyakan orang. Substansi sosial Islam itu diukur dari jamaah subuh,” jelas Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN).

UBN: “Revolusi Mental” Jokowi Kita Lanjutkan dengan Shalat Shubuh Berjamaah

Yang dimaksud adalah spirit dari Aksi Bela Islam III atau Aksi Super Damai 212 pada Jumat (02/12/2016) lalu.

“Di dalam Islam, kalau Anda mau lihat siapa orang terbaik di kalangan Muslim ini, lihatlah jamaah shubuhnya,” paparnya dalam konferensi pers di Masjid Pusdai, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/12/2016) kemarin, lansir Islamic News Agency (INA).

Gapai Ridha Allah

Selain itu, jelas UBN, Gerakan Shalat Shubuh Berjamaah juga sebagai upaya untuk meraih ridha Allah Subhanahu Wata’ala, atas perjuangan yang saat ini tengah dijalani umat Islam di Indonesia.

Uniknya Para Pemuda Kampung Inggris Ajak Warga Shalat Shubuh Berjamaah

“Untuk mencapai suatu tujuan yang baik dan diridhai Allah Subhanahu Wata’ala, mulainya dari shalat. Dengan membiasakan shalat shubuh maka umat akan terbebas dari kemunafikan,” tuturnya.

Kemudian, lanjut UBN, tujuan dari Gerakan Shalat Shubuh Berjamaah adalah untuk mendapatkan keberkahan dari doa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Dukung Gerakan Shalat Shubuh Berjamaah, Ketum MUI: Itu Bagus Sekali

“Beliau berdoa, ‘Ya Allah berkahilah umatku di awal paginya!’. Sehingga para Sahabat Nabi dan orang-orang shaleh biasanya bergerak itu dimulai dari shubuh,” pungkasnya.* Ally Muhammad Abduh/INA

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

LBH-YLBHI: Mahasiswa Papua Alami 33 Kasus Pelanggaran HAM

LBH-YLBHI: Mahasiswa Papua Alami 33 Kasus Pelanggaran HAM

Prof. Dr. KH. Maman Abdurrahman: Tranformasi Jihad Harus Diutamakan

Prof. Dr. KH. Maman Abdurrahman: Tranformasi Jihad Harus Diutamakan

Pemuda Muhammadiyah Minta Tokoh Publik Menjaga Lisannya dengan Baik

Pemuda Muhammadiyah Minta Tokoh Publik Menjaga Lisannya dengan Baik

Gempa M5,2 di Bayah Banten, Terasa sampai Depok dan Sukabumi

Gempa M5,2 di Bayah Banten, Terasa sampai Depok dan Sukabumi

Protes Anggota Syuriah PWNU Ikut Akhiri Dialog tentang Syiah

Protes Anggota Syuriah PWNU Ikut Akhiri Dialog tentang Syiah

Baca Juga

Berita Lainnya