Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Korban Gempa Pidie Jaya Butuh Dapur Umum dan Tenda

Antara
Masyarakat di Pidie Jaya, Aceh, memperhatikan masjid yang rubuh akibat gempa Rabu pagi.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Korban gempa 6,5 Skala Righter di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, membutuhkan segera adanya dapur umum dan tenda pengungsian untuk keluarga.

Nurhaiza Nasution (27), salah seorang korban gempa yang dihubungi dari Meulaboh, Rabu (7/12/2016), mengatakan hingga pukul 11.50 WIB, masyarakat dari tiga desa kawasan terparah terkena gempa masih berpencar-pencar mencari saudara dan memantau ekses gempa.

“Dari pagi tadi sampai sekarang, Iza bersama empat orang sekeluarga sudah tidak kembali lagi ke rumah karena lantai rumah sudah rusak, takut bangunan rumah roboh. Jadi masih kumpul di masjid, belum lagi ke pengungsian,” katanya.

Dia menceritakan saat gempa menguncang daratan Pidie Jaya, warga berhamburan ke luar rumah.

Apalagi, katanya, lokasi rumah mereka yang terletak cukup dekat dengan kawasan pantai dan tidak jauh dengan bangunan pasar yang ambruk.

Bangunan roboh akibat gempa bumi di Ule Glee, Pidie Jaya.

Bangunan roboh akibat gempa bumi di Ule Glee, Pidie Jaya.

Beberapa desa pemukiman setempat yang terdampak cukup parah akibat gempa itu, seperti Desa Meunasah Balek, Meuraksa, Dayah Kleng, Ule Gle, Kota Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie Jaya. Puluhan banggunan runtuh dan menelan korban jiwa.

Selain dikagetkan dengan guncangan gempa, suara empasan runtuhnya bangunan pascagempa membuat mereka kalang kabut dalam gelap gulita. Satu orang saudaranya meninggal terhimpit reruntuhan banggunan ruko pasar, Rabu, pukul 05.05 WIB.

“Saudara yang meninggal ini ibu Dewi, anaknya ayah Yusri anggota dewan. Beliau keseharian berjualan di rumah toko itu dan tinggal di dalamnya. Saat gempa bangunan ruko ibu Dewi ambruk dan beliau meninggal terhimpit,” katanya, diberitakan Antara.

Selain itu, dia mengatakan ada satu rombongan dari Padang, Sumatera Barat yang menginap di kawasan ruko setempat. Rombongan tersebut merupakan keluarga mempelai pria yang sedang mengantar “linto”.

Masyarakat setempat terdampak gempa hingga Rabu siang masih berupaya mencari bahan sandang dan pangan untuk keluarga, sekaligus memantau perkembangan kawasan terdekat dan membantu saudara mereka.

Iza melaporkan bahwa semua pihak yang terlibat dalam aksi kemanusiaan masih berada di pusat Kota Mereudu. Sebagian korban masih melihat-lihat bangunan tempat tinggal mereka yang sudah hancur.

“Kami belum tahu lagi di mana ada tempat pengungsian, sudah mutar-mutar. Di sini sudah ada satu unit helikopter tadi pagi mendarat, cuma orangnya sudah pergi, mungkin membantu evakuasi korban lain,” demikian Iza.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Wilayah Perbatasan Pintu Potensial Obat Tradisional Ilegal

Wilayah Perbatasan Pintu Potensial Obat Tradisional Ilegal

Partai Gelora Minta Pemerintah Tahan Diri untuk Impor, Sekarang Perlu Kemandirian

Partai Gelora Minta Pemerintah Tahan Diri untuk Impor, Sekarang Perlu Kemandirian

FUI Himbau Aparat Tak Bekingi Pornografi

FUI Himbau Aparat Tak Bekingi Pornografi

kunjungan jokowi

Kunjungan Jokowi Picu Kerumanan Massa di Flores, Ahli Epidemiolog: “Presiden Harus Ingatkan Anak Buahnya”

Saksi Ba’asyir Mengaku Dibebaskan Kelompok Bersenjata

Saksi Ba’asyir Mengaku Dibebaskan Kelompok Bersenjata

Baca Juga

Berita Lainnya