Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Dituding Banyak Menyiarkan Berita Bohong, Wartawan Metro TV Diusir Massa

HAIKAL/INA
Wartawan Metro TV Diusir Peserta Aski Bela Islam III Karena Dianggap Memberitakan Kebohongan
Bagikan:

Hidyatullah.com– Ada pemandangan berbeda di tengah-tengah Aksi Bela Islam III di depan patung kuda Jl. Merdeka Barat, Jakarta. Salah seorang reporter Metro TV yang sedang meliput diusir peserta aksi.

Peristiwa itu bermula ketika salah seorang reporter Metro TV yang sedang meliput aksi menyebutkan, bahwa peserta Aksi Bela Islam III hanya dihadiri 50 ribu orang. Sontak pernyataan tersebut menimbulkan kemarahan dari peserta aksi karena dianggap memberitakan sebuah kebohongan.

“Pergi, pergi, Metro tipu, penipuuu,” teriak salah seorang peserta aksi.

[Foto] Penampakan Jutaan Massa Aksi Bela Islam III

Salah seorang peserta aksi massa, Asep menyuarakan kemarahannya atas kebohongan yang dilakukan oleh salah seorang reporter Metro TV.

“Saya tidak terima, Mas. Mereka banyak melakukan kebohongan. Ini bahaya, makanya kami usir,” terang Asep dengan nada tegas.

Asep juga mengingatkan kepada Metro TV untuk tidak main-main dalam pemberitaan mengenai Aksi Bela Islam III ini.

“Kami ingatkan kepada mereka agar tidak main-main dalam memberitakan aksi ini. Jangan kalian beritakan yang tidak baik. Kalian catat itu ya,” tegas Asep dilansir Islamic News Agency.

Salah seorang reporter akhirnya dilarikan oleh pihak aparat kepolisian. Meski sempat dimintai tanggapannya, namun reporter Metro TV tersebut tidak memberikan jawaban.*Haikal/INA

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

MA RI-Sudan Jalin Kerja Sama Hakim Syariah

MA RI-Sudan Jalin Kerja Sama Hakim Syariah

Kerusuhan Papua Telan Korban TNI, Penerbangan ke Wamena Ditunda Sementara

Kerusuhan Papua Telan Korban TNI, Penerbangan ke Wamena Ditunda Sementara

FKUB DKI: Umat Islam di Wilayah Lain Juga Sulit Membangun Masjid

FKUB DKI: Umat Islam di Wilayah Lain Juga Sulit Membangun Masjid

Kritik Larangan Cadar di Universitas Pamulang, Menag: Pemakaian Cadar Harus Dihargai

Kritik Larangan Cadar di Universitas Pamulang, Menag: Pemakaian Cadar Harus Dihargai

Ahmadiyah Padang Tetap Jalan Seperti Biasa

Ahmadiyah Padang Tetap Jalan Seperti Biasa

Baca Juga

Berita Lainnya