Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Hasil Pertemuan Akhir GNPF MUI-Kapolri soal Aksi Bela Islam III

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Jajaran Polri, MUI, dan GNPF MUI usai konferensi pers di kantor MUI, Jakarta, Senin (28/11/2016) terkait kesepakatan soal Aksi Bela Islam III di Jakarta. Tampak antara lain KH Ma'ruf Amin, Habib Rizieq Shihab, dan KH Bachtiar Nasir.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Bachtiar Nasir membeberkan pertemuan akhir pihaknya dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Dalam diskusi itu, GNPF MUI melontarkan laporan umat Islam terkait upaya penghadangan massa Aksi Bela Islam III oleh kepolisian.

“Kami berbicara dengan Ditlantas mengapa ada kesan dipersulit dan dihalang-halangi, dan Alhamdulillah ada solusi,” kata Bachtiar di aula AQL Center, Tebet, Jakarta, Kamis (01/12/2016).

Pimpinan AQL Center itu mengatakan, Kapolri mengaku sudah berusaha untuk tidak berkhianat dalam kesepakatan dengan GNPF MUI yang telah dibuat di kantor MUI, Senin (28/11/2016) lalu.

“Kapolri sebetulnya berusaha untuk tidak berkhianat. Ia mengatakan kepada anggotanya, ‘tolonglah jangan sampai hal-hal seperti ini saya yang kena lagi’,” tandas Bachtiar.

“Karena ada tagar ‘polisi berkhianat’,” pungkasnya meniru ucapan Kapolri.

Sebagaimana diketahui, massa dari berbagai daerah yang akan ikut Aksi Super Damai 212 itu dipersulit dan dihadang oleh aparat penegak hukum.* M Fajar/INA

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kasus Spanduk ‘Tuhan Membusuk’ akibat Kekeliruan Ilmu

Kasus Spanduk ‘Tuhan Membusuk’ akibat Kekeliruan Ilmu

Wiranto Terima Laporan Kondisi Papua & Papua Barat Kondusif

Wiranto Terima Laporan Kondisi Papua & Papua Barat Kondusif

Tidak Semua Sekolah di Bali Larang Jilbab

Tidak Semua Sekolah di Bali Larang Jilbab

BPN: Kesalahan Input KPU Serius, TPF Kecurangan Pemilu Mendesak

BPN: Kesalahan Input KPU Serius, TPF Kecurangan Pemilu Mendesak

BMOIWI: Din Keturunan Pejuang Kemerdekaan, Menuduhnya Radikal Salah Alamat

BMOIWI: Din Keturunan Pejuang Kemerdekaan, Menuduhnya Radikal Salah Alamat

Baca Juga

Berita Lainnya