Jelang Aksi Bela Islam III

Meski Kapolri Janji Mencabut, Masih Ada Upaya Penghambatan Massa ke Jakarta

Menurutnya, pihak operator bus sebelumnya menerima larangan mengangkut massa untuk aksi damai 2 Desember melalui surat resmi, tertulis. “Kalau dicabut, kenapa kok kita tidak dikirimi surat pencabutan dari kepolisian?”

Meski Kapolri Janji Mencabut, Masih Ada Upaya Penghambatan Massa ke Jakarta
Istimewa/INA
Massa dari Pekanbaru ini kabarnya dicegat aparat di Masuji, Lampung, Rabu (30/11/2016) sore, dalam perjalanan menuju Jakarta untuk ikut Aksi Bela Islam III.

Terkait

Hidayatullah.com– Aksi  Bela Islam III yang akan digelar Jumat besok (02/12/2016) menyedot antusiasme kaum Muslimin di berbagai pelosok. Salah satunya, dari Lamongan.

Sejumlah aktivis Islam yang tergabung dalam GAMAN (Gerakan Amar Makruf Nahi Mungkar Lamongan) berencana berangkat menggunakan 10 bus.

Namun karena ada tekanan dari pihak keamanan, jumlahnya dipangkas menjadi hanya 3 bus saja.

Itu pun tidak mudah bagi mereka untuk mencari bus yang bersedia mengangkut ke Jakarta.

“Kemarin saya yang ditugaskan untuk mencari kendaraan itu sampai ke Kudus. Karena di sini itu, satu, tidak layak untuk orang-orang tua busnya. Yang kedua banyak yang tidak siap kalau kita sewa,” tutur Nanang, selaku Sekretaris GAMAN, lansir Islamic News Agency (INA).

Umat Islam dari Papua, Kalimantan, Sumatera, NTB, dan Wilayah Lain Dikabarkan segera Merapat ke Jakarta

Meski harus mencari bus hingga jauh ke luar kota, masalah belum selesai. Booking dibatalkan secara sepihak dari perusahaan operator bus. Alasannya pun beragam.

“Ada yang berdalih waktu baliknya tidak cukup, karena mau disewa pihak lain. Ada pula yang mengakut terus terang karena ditekan polisi,” ungkap Nanang.

Nanang melanjutkan, di sebuah operator bus, pihaknya bahkan sudah memberikan uang muka sebesar Rp 6 juta. Tapi setelah ia pergi, dirinya mendapatkan SMS dari pihak bus.

“Maaf kami dihubungi Kasat Intel bahwa kami dilarang menaikkan penumpang untuk acara aksi demo 212 itu,” ujar Nanang menirukan bunyi teks SMS tersebut.

Kapolri Imbau Media Massa Memberitakan Aksi Bela Islam secara Objektif

Janji Kapolri

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sebelumnya menyatakan akan mengeluarkan instruksi ke Polda-Polda se-Indonesia, agar tidak melarang perusahaan transpostasi untuk mengangkut peserta aksi damai pada 2 Desember mendatang.

Kapolri mengatakan, siapa pun boleh ikut dalam aksi di Jakarta, selama tidak melakukan tindakan-tindakan anarkistis.

“Besok saya akan melakukan video conference dan tentunya meminta seluruh jajaran agar PO (perusahaan otobus), perusahaan transportasi dapat mengangkut saudara-saudara kita,” ujar Tito, Senin (28/11/2016).

Kapolri Serukan Jajarannya tak lagi Halangi Massa ke Jakarta

Namun bagi Nanang, imbauan Kapolri itu tidak berpengaruh sama sekali.

“Kita sudah jelaskan bahwa larangan ini sudah tidak berlaku karena sudah dicabut oleh Kapolri. Namun mereka tidak percaya,” keluh Nanang.

Menurutnya, pihak operator bus sebelumnya menerima larangan mengangkut massa untuk aksi damai 2 Desember melalui surat resmi, tertulis.

“Kalau dicabut, kenapa kok kita tidak dikirimi surat pencabutan dari kepolisian?” ujar Nanang menirukan alasan salah satu operator bus yang ditemuinya.

“Ini skenario kepolisian. Pelarangannya resmi tapi pencabutannya tidak resmi. Itu yang jadi masalah,” pungkasnya.* Imam S/INA

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !