Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

GNFP MUI Tegaskan, Aksi Bela Islam III Tetap Menuntut Ahok Ditahan

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Jajaran Polri, MUI, dan GNPF MUI usai konferensi pers di kantor MUI, Jakarta, Senin (28/11/2016) terkait kesepakatan soal Aksi Bela Islam III di Jakarta. Tampak antara lain KH Ma'ruf Amin, Habib Rizieq Shihab, dan KH Bachtiar Nasir.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Terkait Aksi Bela Islam III, telah dihasilkan sejumlah kesepakatan antara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dengan Polri di kantor MUI, Jakarta, Senin (28/11/2016) siang.

Di antara kesepakatan itu, aksi yang semula direncanakan digelar di kawasan Bundaran HI, Jl MH Thamrin dan Jl Sudirman, digeser ke Lapangan Monas.

Namun begitu, GNPF MUI menegaskan, tuntutan dalam Aksi Super Damai 212 itu tetap sesuai dengan tuntutan umat Islam melalui aksi-aksi sebelumnya selama ini.

Yaitu menuntut agar tersangka penistaan agama, Gubernur (non-aktif) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dijebloskan ke penjara.

Polri dan GNPF-MUI Sepakat ada Aksi Super Damai 2 Desember di Monas

“Tanpa mengubah tuntutan utama aksi 212, yaitu tegakkan hukum yang berkeadilan. Dan target kami tetap untuk penista agama agar ditahan,” tegas Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Shihab dalam konferensi pers usai pertemuan itu.

Akan Terus Kawal Kasus Ahok

GNPF MUI pun menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses hukum terhadap tersangka penistaan agama, Ahok.

Enam Alasan Kenapa Ahok Harus Ditahan Polisi

“Kami akan terus kawal kasus ini hingga tuntas. GNFP MUI sejak didirikan sudah mendeklarasikan diri bahwa Fatwa MUI harus ditegakkan. Karena di negara ini agama apapun tidak boleh dinistakan,” tegasnya.

Baik itu penistaan terhadap agama Katolik, Protestan, Buddha, Hindu, maupun Khonghucu, tidak boleh, tegasnya.

“Apalagi penistaan terhadap agama Islam sebagai mayoritas,” ujarnya tegas.

Soal jargon damai dalam aksi itu, jelas Habib Rizieq, dalam artian penyampaian tuntutan itu harus secara hormat, bermartabat, bernilai ibadah, dan sebagainya. Tanpa mengubah pokok tuntutan umat.

Ini Beberapa Kesepakatan Dialog GNPF MUI – Polri terkait Aksi Bela Islam III

“Sehingga menjadi satu aksi yang super damai, bukan lagi (sebatas) damai,” jelasnya didampingi Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Tolak Yerusalem Ibu Kota Israel, Indonesia Diharapkan Galang Dukungan Dunia

Tolak Yerusalem Ibu Kota Israel, Indonesia Diharapkan Galang Dukungan Dunia

DPR Prihatin Tingginya Angka Kematian Ibu dan Perceraian Pekerja Migran

DPR Prihatin Tingginya Angka Kematian Ibu dan Perceraian Pekerja Migran

Kakak Felix Siauw Masuk Islam

Kakak Felix Siauw Masuk Islam

Dr. Umar Shahab: Orang Sunni Juga Lakukan Mut’ah

Dr. Umar Shahab: Orang Sunni Juga Lakukan Mut’ah

Syafi’i Antonio: Kesenjangan Lebih Bahaya dari PKI

Syafi’i Antonio: Kesenjangan Lebih Bahaya dari PKI

Baca Juga

Berita Lainnya