Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Ajak Masyarakat Ikut, Tokoh Tionghoa Berharap Aksi Bela Islam III Penuh Kedamaian

Ali muhtadin/JITU INA
Tokoh Tionghoa Indonesia Lieus Sungkharisma dalam Diskusi Publik “Akankah Ahok Dipenjara?” di Kantor PB HMI, Jakarta, Senin (21/11/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Tokoh Tionghoa Indonesia Lieus Sungkharisma mengajak umat Islam untuk ikut hadir dalam Aksi Bela Islam III di Jakarta, Jumat pekan depan, 2 Desember 2016.

“(Aksi) tanggal 2 desember itu bukan demo tapi gelar sajadah. Kalau saya bangga. Saya serukan seluruh (rakyat) Indonesia yang ada kesempatan, catat sekarang umat Islam mempertunjukan kedamaian (nanti. Red),” ujarnya dalam acara Diskusi Publik “Akankah Ahok Dipenjara?” di Kantor PB HMI, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016), lansir JITU Islamic News Agency.

Lebih lanjut, Lieus berharap aksi tersebut nantinya berjalan penuh kedamaian. Ia pun meminta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mendorong umat Islam agar menggelar aksi itu secara damai.

GNPF MUI: Aksi Bela Islam III untuk Selamatkan NKRI

“Pak Kapolri ini, kan, agamanya Islam, dorong tanggal 2 ini supaya Indonesia ini tercatat sebagai sejarah umat Islam Indonesia sebagai negara terdamai,” katanya.

Lieus pun menyinggung tuduhan-tuduhan yang muncul terhadap umat Islam terkait Aksi Bela Islam II (Jumat, 04/11/2016) lalu. Lieus mengaku marah terhadap tuduhan tersebut.

“Makanya saya marah betul kalau ini ada tuduhan umat Islam yang menunjukkan kecintaan agama dituduh macam-macam,” ucap Ketua Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) ini dengan nada tegas.

“Yang lebih mengherankan, setelah Ahok (Basuki Tjahaja Purnama. Red) tersangka, belum 24 jam dia mengulangi lagi, katanya massa dibayar, ngomongnya sama media asing lagi, itu mempermalukan,” ungkap Lieus.

Tuduhan Aksi 411 Bayaran, Tokoh Tionghoa segera Laporkan Ahok ke Polda Metro Jaya

Ia pun menilai bahwa penahanan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama merupakan keharusan.

“Ahok wajib ditangkap, dia harus ditangkap, tidak ada ampun,” ujarnya.

Dalam diskusi itu, Lieus juga menyindir gelaran Parade Bhinneka Tunggal Ika pada Sabtu (19/11/2016) lalu.

“Anehnya setelah itu, kita ini sepertinya tidak menghayati kebhinnekaan, enggak ngerti kalau kita beragam, mulailah ada parade bhinneka, jadi ini penyesatan, jadi seolah-olah kita menuntut penista (agama) ditangkap kita dituduh tidak toleransi,” ungkapnya.

Dijanjikan Istigasah, Para Wanita ini Malah Dihadirkan di Parade Bhinneka Tunggal Ika

Diskusi tersebut dihadiri pula oleh Permadi (politisi senior), Nasir Djamil (anggota Komisi III DPR RI), Habiburrahman (kuasa hukum), serta Suparji Ahmad (ahli pidana) sebagai narasumber.* Ali Muhtadin/JITU Islamic News Agency

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Hari Ini Sidang Vonis Penganiayaan ‘Kasus Nikah Beda Agama’ Digelar

Hari Ini Sidang Vonis Penganiayaan ‘Kasus Nikah Beda Agama’ Digelar

PAHAM Nilai Myanmar Lakukan Praktik Serupa Genoside

PAHAM Nilai Myanmar Lakukan Praktik Serupa Genoside

Hadapi Tantangan Berat, Anies-Sandi Dinilai Butuh Komitmen Moral Tinggi

Hadapi Tantangan Berat, Anies-Sandi Dinilai Butuh Komitmen Moral Tinggi

Cahaya Islam di Penjara Bolaang Mongondow

Cahaya Islam di Penjara Bolaang Mongondow

[Foto] Setelah Zakir Naik, Habib Rizieq Berjumpa Amien Rais di Arab Saudi

[Foto] Setelah Zakir Naik, Habib Rizieq Berjumpa Amien Rais di Arab Saudi

Baca Juga

Berita Lainnya