Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Nasional

Saksi Ahli Bahasa: Perkataan Ahok soal Al-Maidah:51 Kemungkinan Ekspresi Hati

youtube
Video Ahok bilang “Jangan Percaya Dibohongi Pakai Surat Al-Maidah”.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Bareskrim Polri, Selasa (15/11/2016), melakukan gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta.

Pantauan JITU News Agency (JNA) di lokasi, sejumlah saksi ahli didatangkan untuk memberi penjelasan. Seperti ahli agama, ahli bahasa, dan ahli hukum pidana.

Salah satu ahli bahasa, Husni Muadz, menjelaskan dari sisi linguistik perkataan Ahok yang dinilai telah menista agama Islam tersebut.

Ahli Linguistik Forensik: Ungkapan Ahok soal Al-Maidah:51 adalah Penistaan

Husni menjelaskan, secara ‘teori tindakan bahasa’ yang digunakan Ahok, maka kemungkinan Ahok dengan kata-katanya di Kepulauan Seribu (27/09/2016) itu memuat beberapa tindakan.

Pertama, memiliki niat untuk mengekspresikan apa yang ada di hatinya. Antara konsep dalam hati (isi hati) dengan ekspresi Ahok harus sesuai, jika ia jujur. Dan ini bisa terjadi hanya jika ia menggunakan niat untuk ekspresinya.

“Sebaliknya, bila Ahok tidak memiliki niat untuk mengekspresikan isi hati, maka berarti Ahok sedang membuat kebohongan. Kenapa? Karena ini berarti Ahok sedang mengekspresikan sesuatu yang tidak sesuai atau tidak ada dalam hatinya,” jelas Husni.

Membedah Sisi Linguistik Pernyataan Ahok

Kedua, niat bahwa ekspresi itu terkait dengan representasi kebenaran. Yaitu bahwa kalimat “ya, kan, dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51 macem-macem itu”, adalah benar sesuai klaim Ahok.

Ini artinya, menurut Husni, Ahok mempercayai bahwa kalimat itu benar. Tidak mungkin menyatakan sesuatu tetapi tidak mempercayainya sekaligus.

Lebih jelasnya, kata Husni, tidak mungkin seseorang bisa membuat klaim tentang sesuatu itu benar atau salah bila tidak dilakukannya dengan sengaja dan sadar.* Nizar Malisy/JNA

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Aksi Bela Tauhid di Lombok: 6.000 Massa, Longmarch 2 Km

Aksi Bela Tauhid di Lombok: 6.000 Massa, Longmarch 2 Km

Perkuat kaderisasi, Hidayatullah Jogja adakan Marhalah ‘Ula

Perkuat kaderisasi, Hidayatullah Jogja adakan Marhalah ‘Ula

PBNU: PBB Harus Tindak Tegas Myanmar Yang Biarkan Pembantaian Muslim Rohingya

PBNU: PBB Harus Tindak Tegas Myanmar Yang Biarkan Pembantaian Muslim Rohingya

Konflik Elit Era Pemerintahan Jokowi Dinilai Mencemaskan

Konflik Elit Era Pemerintahan Jokowi Dinilai Mencemaskan

Komnas HAM dukung Nikah Beda Agama, Daming Dissenting Opinion

Komnas HAM dukung Nikah Beda Agama, Daming Dissenting Opinion

Baca Juga

Berita Lainnya