Selasa, 19 Oktober 2021 / 13 Rabiul Awwal 1443 H

Nasional

Dubes Mesir Diminta Jelaskan Syeikh Amr Kasus Ahok soal Penistaan Agama

Saiful
Hari Kamis (27/10/2016) ribuan umat Islam Bogor mengadakan aksi bela agama dan negara menuntut Ahok dipenjara akibat penistaan agama yang dilakukannya.. berikut pernyataan sikap MUI Kota Bogor yang disampaikan di kantor Balai Kota Bogor
Bagikan:

Hidayatullah.com– Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF), Heppy Trenggono, turut menyikapi kabar kedatangan Syeikh Musthafa Amr al-Wardhani dari Mesir ke Indonesia terkait proses hukum kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Menyikapi hal tersebut, IIBF meminta bantuan kepada Duta Besar Mesir di Indonesia untuk membantu klarifikasi tentang kebenaran informasi tersebut dan turut menjelaskan kepada Dar Al-Ifta,” ujar Heppy dalam keterangan tertulisnya kepada hidayatullah.com di Jakarta, Senin (14/11/2016).

“Kami mendapatkan informasi bahwa ada pihak yang ingin melibatkan Dar Al-Ifta dari Mesir, dengan mendatangkan untuk menjadi saksi dalam perkara hukum penistaan agama ini,” ujarnya.

Fatwa Dar Ifta dan ‘Tim Pemenangan Ahok’

Menurut Presiden IIBF, ada 5 poin utama yang disampaikannya kepada Duta Besar Mesir di Indonesia. Poin-poin tersebut adalah sebagai berikut:

1. Bahwa esensi persoalan hukum yang sedang dituntut oleh umat Islam bukan pada tafsir al-Qur’an. Tetapi menyangkut penistaan agama yang dilakukan oleh Sdr. Basuki Tjahaja Purnama.

2. Bahwa persoalan hukum ini telah dinodai oleh pihak–pihak tertentu dengan mengaitkannya pada persoalan politik. Sehingga penegakan hukum kepada Sdr. Basuki Tjahaja Purnama hingga saat ini tidak ditegakkan secara adil sebagaimana mestinya.

3. Bahwa Indonesia telah memiliki majelis ulama yaitu MUI (Majelis Ulama Indonesia), dimana pada persoalan ini telah memberikan fatwa yang tegas dan jelas.

MUI: Ahok Telah Menghina Al-Qur’an dan Ulama

4. Bahwa jika benar informasi tentang rencana keterlibatan Syeikh Musthafa Amr al-Wardhani dalam persoalan ini, maka dikhawatirkan akan memicu ketersinggungan para ulama Indonesia.

5. Bahwa jika benar informasi tentang rencana keterlibatan Syeikh Musthafa Amr al-Wardhani yang mewakili Dar Al-Ifta Mesir, maka sangat mungkin akan disalahartikan telah masuk ke ranah politik dalam negeri Indonesia, berpotensi merusak hubungan baik Mesir dengan Indonesia.

“Kami khawatir akan memicu ketersinggungan para ulama Indonesia dan berpotensi mengganggu hubungan baik kedua bangsa,” ujar Heppy.

Soal Penistaan Agama, KH. Cholil Ridwan: Siapa Lebih Kapabel Selain MUI?

Demi Menjaga Hubungan Indonesia-Mesir

Ia mengatakan, Indonesia dan Mesir memiliki hubungan sejarah yang sangat istimewa. Tugas rakyat Indonesia sebagai penerus adalah mempertahankan dan meningkatkan hubungan yang lebih baik di masa mendatang.

“IIBF berharap kepada Yang Mulia Duta Besar Mesir di Indonesia dapat memberikan informasi yang utuh kepada Dar Al-Ifta, dan turut mencegah keterlibatan Dar Al-Ifta pada persoalan dalam negeri Indonesia demi hubungan baik antar umat Islam dan antar kedua negara,” imbaunya.

Dalam Kasus Ahok, MUI Dinilai Terdegradasi oleh Pemerintah

IIBF juga menyatakan kesiapannya untuk merangkai silaturahim antar ulama Mesir dan Indonesia, pungkas Heppy.*

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Ketua Umum PBNU Usul Warga NU Tidak Wajib Bayar Pajak

Ketua Umum PBNU Usul Warga NU Tidak Wajib Bayar Pajak

Jelang Aksi Bela Islam III, Masjid Al-Ittihaad Siap Tampung Jamaah dari Luar Jakarta

Jelang Aksi Bela Islam III, Masjid Al-Ittihaad Siap Tampung Jamaah dari Luar Jakarta

Walhi: Pemerintah Tak Konsisten pada Proyek OBOR dengan China

Walhi: Pemerintah Tak Konsisten pada Proyek OBOR dengan China

Amien Rais Mulai Ragu Jokowi Mampu Atasi Permasalahan Bangsa

Amien Rais Mulai Ragu Jokowi Mampu Atasi Permasalahan Bangsa

LPPOM Himbau Solaria Urus Sertifikat Halal

LPPOM Himbau Solaria Urus Sertifikat Halal

Baca Juga

Berita Lainnya