Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Nasional

Kunjungan Jokowi ke Markas Militer Dinilai Upaya “Menakut-nakuti” Umat Islam

RAKA DENNY/JAWAPOS
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Markas Besar TNI AD yang tak jauh dari Istana Negara, Jakarta Pusat, (07/11/2016).
Bagikan:

Hidayatullah.com– Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke beberapa markas kesatuan militer usai Aksi Damai 411 dinilai sebagai upaya “menakut-nakuti” umat Islam.

Korlap Aksi Damai Bela Islam II GNPF MUI, Munarman, meminta agar pemerintah tak perlu memakai kekuatan militer untuk “menakut-nakuti” umat Islam.

Demikian disampaikan pada acara “Malam Peringatan dan Doa untuk Syuhada #Aksi411” di Masjid Al-Furqon, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jl Kramat Raya 45, Jakarta, semalam, Jumat (11/11/2016).

Belum Ada Kesepakatan Antara GNPF-MUI dengan Presiden

Menurutnya, langkah Jokowi itu tak akan menyurutkan semangat umat mendesak polisi segera menangkap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas kasus dugaan penistaan agama.

“Kita sudah putuskan akan tetap lanjutkan Aksi Bela Qur’an bila Ahok tidak ditangkap,” ujar Munarman.

Untuk itu, ia mengimbau umat Islam untuk tidak takut terhadap upaya Presiden tersebut.

PKS: Jika TNI Kuat, Rakyat Bermartabat, Insya Allah Negeri Kita Berdaulat

Munarman pun langsung bertanya kepada ribuan jamaah peserta malam peringatan #Aksi411 yang memadati Masjid Al-Furqon.

“Siap aksi lagi? Siap ikut ulama?” tanya pengacara Muslim ini.

“Siap!” jawab para jamaah dengan bergemuruh.

Munarman mengaku, GNPF MUI belum menentukan tanggal Aksi Bela Islam III. Hal ini masih dibicarakan para ulama dan kiai.

“Kita tunggu arahan para ulama, habaib, dan kiai. Insya Allah minggu depan kita umumkan,” terangnya.

Umat dan Militer Bersaudara

Sebelumnya, pada kesempatan berbeda, KH Abdullah Gymnastiar mengingatkan semua kalangan. Bahwa, segenap masyarakat Indonesia itu bersaudara, baik seaqidah maupun sebangsa.

“Makanya kalau lihat tentara, polisi, bagi saya mah lihatnya saudara. Polisi, tentara, lihat yang demo juga ya saudara,” pesannya di Jakarta, Selasa (08/11/2016), dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) bertema “Setelah ‘411’”.

Aa Gym Nasihati Kapolri: Peserta Aksi Bela Islam Jangan Dimusuhi!

Pada acara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku bangga dengan Aksi Bela Islam II, Jumat (04/11/2016) lalu di Jakarta Pusat.

“Sebagai seorang Muslim saya bangga. Demo yang begitu besar tapi umatnya begitu patuh dengan kiai dan ulamanya, sehingga Presiden menyampaikan apresiasi,” ujarnya.

Massa Aksi Bela Islam II shalat ashar dijaga aparat polisi di Jakarta, Jumat (04/11/2016). [Foto: Bilal]

Massa Aksi Bela Islam II shalat ashar dijaga aparat polisi di Jakarta, Jumat (04/11/2016). [Foto: Bilal]

Bahkan ia menyampaikan, umat Islam adalah benteng terakhir Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karena Indonesia tanpa umat Islam, bukan Indonesia,” ujar Gatot.

Panglima TNI: Indonesia Tanpa Umat Islam Bukan Indonesia

Diketahui, seusai Aksi Damai 411 itu, Presiden Jokowi rutin melakukan kunjungan ke sejumlah markas kesatuan militer.

Yaitu ke Mabes TNI AD di Jakarta Pusat (07/11/2016), Markas Korps Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur (10/11/2016), serta pada Jumat kemarin ke Mako Brimob di  Kelapa Dua, Depok dan Mako Marinir di Cilandak, Jakarta Selatan.

Selain itu, pasca Aksi Damai 411, Jokowi juga beberapa kali melakukan kunjungan dan silaturahim dengan berbagai tokoh dan ormas Islam.* pz

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Manusia Tak Akan Nikmati Kedamaian Jika Mengusung Paham Liberal Dalam Jalani Kehidupan

Manusia Tak Akan Nikmati Kedamaian Jika Mengusung Paham Liberal Dalam Jalani Kehidupan

Catatan YLKI Soal Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah

Catatan YLKI Soal Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah

Hidayatullah Dinilai Berhasil Membangun Peradaban Baru yang Unik

Hidayatullah Dinilai Berhasil Membangun Peradaban Baru yang Unik

Ormas Islam Desak SBY Larang Ahmadiyah

Ormas Islam Desak SBY Larang Ahmadiyah

Pemerintah Berjanji, Basinas bukan untuk Memberangus Kebebasan Berpendapat

Pemerintah Berjanji, Basinas bukan untuk Memberangus Kebebasan Berpendapat

Baca Juga

Berita Lainnya